YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang pemungutan suara pemilu presiden, Rabu (8/7), calon wakil presiden Boediono menggelar doa bersama di kediamannya di Sawitsari, Condong Catur, Depok, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (7/7) malam. Doa bersama ini diikuti para tetangga-tetangga dan kerabat Boediono.
Boediono sebelum doa dimulai mengaku merasa sangat senang bisa bertemu dan berkumpul kembali bersama tetangga dan mantan teman-teman ronda. "Harapan saya mengumpulkan kita di sini, di kampung kita untuk berdoa bersama," ungkap Boediono. Doa bersama diadakan sederhana di dalam rumah Boediono. Doa dipimpin oleh Ustaz Amin Hidayat.
Boediono mengatakan, doa bersama itu digelar untuk kelancaran proses demokrasi pemilu presiden esok hari yang sudah ditunggu-tunggu seluruh komponen bangsa. "Hasilnya mudah-mudahan terbaik bagi kita semua," katanya.
Boediono menambahkan, dalam acara doa bersama itu ia tidak boleh kampanye karena sedang masa tenang. Karena itu tidak akan meminta para tetangga memilihnya. "Saya tidak boleh kampanye sekarang, saya tidak menjual pasangan yang mana. Silakan saja," katanya yang disambut senyum hadirin.
Boediono berharap bangsa Indonesia kembali menjadi satu lagi setelah pilpres usai. Semua pihak diharapkan juga bisa saling bekerja sama untuk membangun bangsa. "Kita memang melakukan pemilihan ini untuk masa depan kita bersama," ucap Boediono.
Lebih lanjut Boediono mengatakan, kompetisi pilpres untuk mencari pemimpin yang terbaik bagi bangsa. "Setelah itu kita kumpul lagi jadi satu bangsa. Bangsa Indonesia. Itu yang kami inginkan, yang terbaik bagi bangsa," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang