DEMAK, KOMPAS.com — Diperkirakan, tak kurang dari 185 warga pada Rabu (8/7) tidak dapat melakukan pencontrengan pemilihan umum presiden RI. Mereka adalah warga asal Desa Gebangarum, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang tidak pulang meski mereka telah terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) pilpres RI.
Sekretaris Desa Gebangarum, Demak, Misbachul Muniir, Selasa (7/7) malam sekitar pukul 20.00 melaporkan, pihak perangkat Desa Gebangarum sudah memastikan bahwa warga sebanyak itu tidak pulang untuk menggunakan hak pilihnya.
"Kami sudah melaporkan hal itu pada petugas pemungutan suara (PPS) mengenai ketidakhadiran para warga yang merantau ke luar kota tersebut. Meski pihak desa masih berharap ada yang bisa pulang. Namun nampaknya, pihak anggota keluarga di desa sudah memastikan ketidakhadiran mereka nanti di TPS," kata Misbachul Muniir.
Warga yang tidak bisa pulang untuk menggunakan hak pilihnya itu bukannya golput. Mereka tersebar di sejumlah kota besar dan sudah merantau bertahun-tahun. Mereka tersebar antara lain di Nanggroe Aceh Darussalam, Maluku, Banjarmasin, Pontianak, DKI Jakarta, dan Bali.
Warga itu menyampaikan alasan bahwa, kalau pulang saat ini, menjadi tanggung karena dua bulan lagi mereka sudah harus menyiapkan bekal untuk pulang kampung menjelang perayaan hari raya Idul Fitri, yang jatuh pada 21-22 September 2009.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang