TPS SBY Ber-AC, Lho...

Kompas.com - 08/07/2009, 07:34 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Kendati pemungutan suara baru dimulai pukul 08.00, tetapi tempat pemungutan suara 03 Desa Nagrak, Gunung Putri, Bogor, tempat di mana capres Susilo Bambang Yudhoyono beserta keluarga memberikan hak suaranya, telah ramai. Selain wartawan, beberapa warga sudah tampak mengantre.

Di TPS 03 tersebut terpasang tenda berwarna biru dan putih. Begitu juga meja yang menjadi penopang lima kotak suara berhiaskan taplak meja berwarna biru. Nuansa yang sama juga terlihat di tenda ruang tunggu, yang terletak terpisah, dinaungi oleh tenda berwarna biru dan putih. Bahkan, kursi di ruang tunggu pun berwarna biru.

Yang unik, di TPS yang terletak di ruang terbuka tersebut, terdapat lima pendingin udara yang mengelilingi tenda. Demikian pula di ruang tunggu yang dilengkapi dua pendingin udara. Ketua KPPS TPS 03 Joko Budi Susilo mengatakan, dirinya tidak tahu-menahu terkait keberadaan pendingin udara tersebut. "Tadi malam masih tidak ada," ujarnya kepada Kompas.com.

Di TPS tersebut tercatat 442 pemilih, atau bertambah 100 orang dibandingkan pemilu legislatif lalu. Joko mengaku sudah mendapatkan petunjuk teknis tentang pemilih yang memilih dengan menggunakan KTP disertai kartu keluarga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau