Selamat Memilih Indonesia

Kompas.com - 08/07/2009, 07:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hari ini, Rabu (8/7), Indonesia menggelar pemilu presiden yang diikuti tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, masing-masing Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto, Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, dan Jusuf Kalla-Wiranto.
     
Pemilu presiden secara langsung pada 2009 merupakan pemilu presiden langsung kedua yang digelar Indonesia, pasca reformasi pada 1998.
     
Tiga pasangan kandidat akan memberikan suaranya bagi kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam lima tahun mendatang di tempat pemungutan suara (TPS) di sekitar kediamannya masing-masing.
     
Calon presiden Megawati Soekarnoputri dijadwalkan mencontreng di TPS 026 di dekat kediamannya di  Kelurahan Kebagusan, Jakarta Selatan. Megawati yang juga mantan presiden itu akan mencontreng bersama suaminya Taufiq Kiemas dan kerabat lainnya.
     
Begitu pun dengan kandidat presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akan mencontreng bersama Ibu Ani Yudhoyono di TPS di Cikeas, Bogor.
    
Sementara itu, calon presiden Jusuf Kalla didampingi Ibu Mufidah Kalla dan kerabat lainnya akan mencontreng di TPS 015 di Taman Karawang, Menteng, Jakarta Pusat.
     
Sedangkan calon wakil presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memberikan suaranya di TPS 01 Kampung Gombong/Kampung Cikeas, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
     
Calon wakil presiden Boediono mencontreng di TPS 096 di Kampung Sawitsari, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Dan calon wakil presiden Wiranto akan mencontreng di TPS 014 sekitar kediamannya di Kelurahan Bambu Apus, Jakarta Timur.
     
Sementara calon wakil presiden Wiranto, menurut rencana, akan menggunakan hak pilihnya TPS 14 RT 01, RW 02, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Pemilu Presiden 2009 diikuti 171.068.667 pemilih yang terdiri atas 169.558.775 orang tersebar di 33 provinsi di Indonesia dan 1.509.892 yang tersebar di 17 perwakilan RI di luar negeri.
    
Pelaksanaan Pemilu Presiden 2009 digelar di tengah kisruh jumlah pemilih yang tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang hingga detik terakhir menjelang pemilihan pada 8 Juli 2009, masih terus dibenahi untuk mengakomodasi suara calon pemilih yang terabaikan.
    
Terkait itu, Mahkamah Konstitusi mengesahkan penggunaan kartu tanda penduduk (KTP) yang disertai kartu keluarga dan paspor bagi rakyat yang tidak tercantum dalam daftar pemilih tetap untuk tetap menggunakan hak politiknya pada Pilpres 2009.
     
Pemilu Presiden 2009 digelar serentak mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Selamat memilih Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau