Wiranto dan Istri 15 Menit di TPS

Kompas.com - 08/07/2009, 10:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon wakil presiden Wiranto sekitar pukul 09.45 tiba di Tempat Pemunggutan Suara 14 (TPS 14) RT 01 RW 02, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Wiranto yang mengenakan kemeja putih serta celana panjang hitam berjalan didampingi istrinya, Rugaya Usman Wiranto (Uga Wiranto), untuk menggunakan hak politiknya dalam Pilpres 2009.

Setibanya di lokasi, Wiranto dan Ibu Uga Wiranto yang mengenakan busana muslimah berwarna putih dengan jilbab putih mendaftarkan diri kepada petugas. Tak menunggu lama, mantan Panglima ABRI beserta istri langsung menuju bilik suara untuk melakukan pencontrengan.

Wiranto dan istri berada di TPS 14 sekitar 15 menit. Sekitar pukul 10.05, ia meninggalkan lokasi untuk kembali ke kediamannya yang berjarak kurang lebih 500 meter dari TPS.

Dalam daftar pemilih tetap (DPT) di TPS 14 itu, Wiranto dan istri tercatat dengan nomor urut 601 dan 602 dari 654 orang pemilih terdaftar. TPS 14 merupakan TPS yang sama saat Wiranto dan istri menggunakan hak pilihnya pada pemilu legislatif yang lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau