AMBON, KOMPAS.com- Pemungutan suara Pilpres di Ambon, Provinsi Maluku, sepi sejak pagi hingga satu jam menjelang penutupan. Masyarakat datang satu-satu dan tidak ada antrian seperti saat Pemilu Legislatif. Bahkan, petugas di TPS Waihaong harus mengundang warga melalui pengeras masjid supaya nyontreng.
Suasana lengang di TPS ini merata di seluruh Kota Ambon. Warga kurang antusias seperti saat pemilihan anggota legislatif dan dewan perwakilan daerah.
Di TPS VII Galunggung, pemilih juga sepi, tidak ada warga yang berkumpul di luar ruangan pemungutan suara. Warga yang sudah selesai menyontreng langsung pulang.
Bachran, Ketua RT 06 RW 06 mengakui antusiasme warga datang ke TPS menurun dibandingkan saat pemilu legislatif.
Waktu yang dibutuhkan setiap pemilih di bilik suara rata-rata kurang dari satu menit. Lembaran kertas yang kecil dan mudah dilipat mempersingkat waktu para pemilih.
Noferson Hukunala, anggota KPU Maluku berharap, partisipasi pemilih tetap tinggi. Partisipasi pemilih saat Pemilu Legislatif mencapai 82 persen. "Kita harapkan partisipasi pemilih tidak kurang dari 82 persen," ujar Noferson.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang