Pengacau Bersenjata Panah Serang TPS di Papua

Kompas.com - 08/07/2009, 13:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri membenarkan adanya pengacau keamanan di Kabupaten Yapen Waropen dan Kabupaten Timika, Papua, yang menyerang tempat pemungutan suara (TPS) menggunakan senjata. Namun, saat ini pelakunya sudah dapat dibekuk dan kekacauan dapat diatasi.

"Kami sudah dapat mengatasi keamanan di TPS di Kabupaten Yapen Waropen, dan Timika, Papua, mereka membawa senjata menyerang petugas KPPS," kata Bambang Hendarso di Tangerang, Banten, Rabu (8/7). Kapolri mengatakan masalah tersebut seusai meninjau TPS 08 Kelurahan Kampung Melayu Barat, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, bersama Mendagri Mardiyanto dan Ketua KPU Pusat Abdul Hafiz Anshary dan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Ia mengatakan, pelaku di Timika melakukan penyerangan menggunakan panah dan senjata tajam, tetapi dapat dilumpuhkan petugas Polda Papua. Pengacau di Yapen Waropen juga sudah tertangkap setelah petugas melakukan pengejaran dan pengepungan lokasi persembunyian. Di lokasi persembunyian pelaku juga dilaporkan adanya bendera Bintang Kejora yang merupakan simbol Organisasi Papua Merdeka.

Petugas keamanan sempat melakukan kontak senjata dengan pengacau keamanan karena mereka berupaya agar kondisi di TPS menjadi rusuh. Berkat kesiapan pengamanan di sejumlah TPS di Papua itu, maka gerakan pengacau dapat dipatahkan sehingga penduduk setempat dapat menggunakan hak suaranya dengan lancar. Namun, Kapolri tidak menjelaskan lokasi penyerangan TPS oleh pengacau keamanan tersebut secara terinci dengan alasan tertentu, tetapi pada hakekatnya sudah dapat diatasi oleh aparat Polda Papua dan Polres setempat.

Menurut dia, dari laporan sejumlah Kapolda bahwa mayoritas kondisi keamanan selama Pilpres 2009 berjalan lancar meski terdapat gangguan hanya TPS yang berada di Papua.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau