SBY Unggul di Kompleks Menteri

Kompas.com - 08/07/2009, 15:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pasangan capres/cawapres nomor urut 2, SBY-Boediono unggul atas pasangan lain di dua TPS kompleks menteri Jalan Denpasar Raya, Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Rabu.

Dalam penghitungan suara yang dimulai sekitar pukul 13.30, pasangan SBY-Boediono menang telak di TPS 005 dengan 295 suara, sedangkan pasangan Megawati-Prabowo memperoleh 58 suara dan pasangan JK-Wiranto mendapat 59 suara.

Di TPS tersebut terdapat 430 orang yang mencontreng dari jumlah DPT sebanyak 646 pemilih termasuk beberapa pejabat dan menteri, seperti Menkes Siti Fadilah Supari, Menneg BUMN Sofyan Djalil, Jaksa Agung Hendarman Supanji, Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua DPD RI Irman Gusman, dan sejumlah pejabat lainnya.

Di TPS 006, pasangan SBY-Boediono juga menang telak dengan 174 suara, pasangan Mega-Prabowo 17 suara dan pasangan nomor urut tiga JK-Wiranto memperoleh 27 suara, dan delapan suara tidak sah dari total 226 suara.

Sedangkan jumlah pemilih di TPS tersebut yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 226 suara dari jumlah DPT 446 pemilih. "Saya bersyukur atas kemenangan ini. Ini adalah kemenangan bersama," kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Lanjutkan SBY Presiden, Alex Asmasoebrata.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau