Pengguna KTP Minim di Tasikmalaya

Kompas.com - 08/07/2009, 18:00 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Pemilih yang menggunakan hak pilihnya menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat sangat minim. Hingga Rabu (8/7) pukul 17.30, tercatat hanya 40 orang dari 227 TPS yang menyontreng menggunakan KTP.

Padahal, menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tasikmalaya, Cholis Muchlis, semula putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membolehkan penggunaan KTP untuk memilih dikhawatirkan menimbulkan persoalan di lapangan.

"Awalnya kami khawatir ada penggunaan KTP ganda untuk memilih tetapi fakta di lapangan tidak ada. Pemilih dengan KTP pun hanya sedikit. Ini karena memang hanya sedikit yang belum terdaftar dalam DPT," ujar Cholis.

Ketua Panitia Pengawas (Panwas) Kota Tasikmalaya Nandang Hendriawan, menambahkan, berdasarkan pemantauan di 20 TPS yang tersebar di kecamatan yakni Kecamatan Cihideung, Bungursari, Indihiang, dan Cipedes hanya sedikit pemilih yang menyontreng dengan KTP. Tidak di setiap TPS ada pemilih yang menyontreng dengan KTP. "Kalaupun ada paling banyak jumlahnya 3 orang," kata Nandang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau