Rupiah Pagi Stabil

Kompas.com - 09/07/2009, 10:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Kamis (9/7) pagi, stabil seperti hari sebelumnya karena pelaku pasar bersikap menunggu-nunggu perkembangan lebih jauh setelah pelaksanaan pilpres di mana Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono menjadi pemenang sementara dengan meraih angka cukup besar.
    
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tetap pada Rp 10.190-Rp 10.205 per dollar AS.

Pengamat pasar uang, Edwin Sinaga, di Jakarta, Kamis, mengatakan, pelaku pasar masih menunggu kelanjutan dari pilpres tersebut dalam penyusunan kabinet nanti dan isu global. "Isu global menyebutkan bahwa Amerika Serikat memandang perlu untuk melakukan paket stimulus baru untuk memicu pertumbuhan ekonomi," ucapnya.

Menurut Edwin Sinaga, posisi rupiah saat ini dinilai bagus dan kemungkinan peluang untuk menguat lagi makin besar. "Kami optimis peluang rupiah untuk naik sangat besar, setelah duet SBY-Boediono memenangkan pemilu tersebut," katanya.
    
SBY-Boediono, lanjut dia, merupakan pasangan yang sangat dipercayai pasar untuk melanjutkan program pembangunan dan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi menjadi 5 persen dari sebelumnya 4,3 persen. "Kita lihat saja dulu program yang akan dibuatnya setelah mereka membentuk kabinetnya," katanya.

Sementara itu, ekonom dari Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan, mengatakan, kemenangan SBY dan Boediono akan dapat memicu rupiah menguat hingga Rp 9.500 per dollar AS pada akhir tahun ini. "Duet SBY-Boediono memberikan keyakinan pasar ekonomi Indonesia akan makin membaik," katanya.

Edwin Sinaga mengatakan, kemenangan SBY-Boediono akan meningkatkan investasi asing setelah pelaksanaan pemilihan umum itu berjalan dengan lancar, tenang, dan damai. "Dengan masuknya investasi asing maka ekonomi akan makin tumbuh lebih cepat," katanya.
     
Sebelumnya Menkeu Sri Mulyani mengatakan, investasi asing diharapkan dapat tumbuh sebesar tujuh persen untuk memicu pertumbuhan sebesar 5 persen. "Dengan investasi asing itu maka target pertumbuhan ekonomi akan dapat dicapai," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau