IMF Naikkan Proyeksi Ekonomi Global 2010

Kompas.com - 09/07/2009, 11:56 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Dana Moneter Internasional (IMF), Rabu (8/7) waktu setempat, menaikkan proyeksinya untuk pertumbuhan ekonomi global 2010 sebesar 0,6 poin menjadi 2,5 persen, tetapi mengatakan pemulihan dari resesi akan melambat.

Sementara untuk 2009, terjadi kontraksi 1,4 persen seluruh ekonomi global. "Ekonomi global yang mulai keluar dari resesi yang belum pernah terjadi sebelumnya pasca era Perang Dunia II, namun stabilisasi tidak merata dan pemulihan diperkirakan menjadi lambat," kata IMF dalam World Economic Outlook (WEO) tengah tahunan yang diperbarui. 

"Kondisi keuangan telah membaik lebih dari yang diharapkan, terutama karena intervensi publik, dan data terakhir menunjukkan bahwa tingkat penurunan kegiatan ekonomi adalah moderat, walaupun di derajatnya di berbagai kawasan berbeda." 

"Meskipun ini tanda-tanda positif, resesi global belum berakhir, dan pemulihan masih diperkirakan akan lambat, karena sistem keuangan masih buruk, dukungan dari kebijakan publik secara bertahap akan berkurang, dan rumah tangga di negara-negara yang mengalami ledakan harga aset akan kembali menabung." 

IMF memproyeksikan, volume perdagangan global akan jatuh 12,2 persen tahun ini, 1,2 poin lebih tajam dari proyeksi dalam WEO April. Perdagangan akan tumbuh 1,0 persen pada tahun 2010, sebuah kenaikan 0,4 poin dari proyeksi sebelumnya.

Namun, ekonomi-ekonomi maju diperkirakan masih merosot pada tahun depan, dan "tidak diproyeksikan untuk menampilkan kenaikan berkelanjutan dalam aktivitasnya sampai paruh kedua 2010," kata IMF.

Di antara ekonomi-ekonomi terkemuka, Amerika Serikat dan Jepang yang diproyeksikan tumbuh lebih kuat dari yang diperkirakan.

Untuk AS, IMF menunjuk pada perbaikan di pasar tenaga kerja dan perumahan, produksi industri, dan keyakinan konsumen dan bisnis. "Perkembangan ini sesuai dengan stabilisasi dari output (produksi) selama paruh kedua 2009 dan dengan bertahap pemulihan muncul di tahun 2010," kata IMF. 

IMF memproyeksikan ekonomi terbesar di dunia itu akan menyusut 2,6 persen pada tahun 2009, 20-an poin lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, dan menjadi 0,8 persen pada tahun 2010, sebagai pengganti pertumbuhan nol dalam proyeksi sebelumnya. 

Kenaikan tajam terjadi pada proyeksi untuk Jepang, yaitu 1,7 persen pada tahun 2010, naik tajam 1,2 poin.  Pertumbuhan pada tahun ini, di ekonomi terbesar kedua itu, diperkirakan negatif 6,0 persen, sebagai pengganti kontraksi 6,2 persen para ramalan sebelumnya. 

Dalam update terpisah pada stabilitas keuangan, IMF mengatakan bahwa kondisi keuangan telah membaik, "karena intervensi kebijakan yang belum pernah terjadi sebelumnya telah mengurangi risiko sistemik kejatuhan dan diperkirakan pemulihan ekonomi telah bangkit." 

Namun, IMF tetap memberikan peringatan bahwa kerentanan dan "kepuasan harus dihindari." 

"Karena banyak perbaikan dalam kondisi keuangan yang disebabkan oleh rally kuat aset-aset berisiko sejak Maret, ada risiko yang signifikan kemerosotan pasar, jika pasar keuangan terlalu banyak melangkah di depan dari pemulihan ekonomi," kata IMF dalam update Laporan Stabilitas Keuangan Global.

Lembaga multilateral itu menekankan bahwa "ketidakpastian yang ekstrem" dalam sistem keuangan yang menang pada akhir 2008 dan berlanjut ke dalam 2009 dapat muncul kembali "jika koreksi besar dalam harga aset kembali merusak kepercayaan lembaga keuangan."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau