Tifatul: Menang Jangan Sombong

Kompas.com - 09/07/2009, 13:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Partai Keadilan Sejahtera Tifatul Sembiring mengingatkan semua pihak agar mensyukuri proses pilpres yang berjalan aman dan lancar. Walaupun masih hasil hitung cepat, semua pihak termasuk SBY dan tim pendukung harus tetap menghormati pasangan Mega-Pro dan JK-Win.

''Jangan merendahkan, yang menang tak boleh sombong, yang kalah tak boleh dihinakan,'' ujar Tifatul di Jakarta, Kamis (9/7).

Pilpres ini, menurut Tifatul, merupakan kemenangan semua pihak, kemenangan rakyat Indonesia. Jadi semua pihak diimbau untuk bersatu mendukung yang menang dalam masa pemerintahan 2009-2014 ini. Tugas ini sangat berat tidak mungkin ditangani satu orang atau satu kelompok saja.

"Marilah kita kembali kapada pekerjaan pokok membangun bangsa dan negara ini, agar meraih kemajuan dan kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Kepada seluruh umat Islam, Tifatul menyerukan agar kembali memperbaiki ukhuwwah dan persatuan umat. Apa yang terjadi kemarin hendaknya dijadikan pelajaran. "Fitnah yang ditebar jangan sampai merusak aqidah dan akhlaqul karimah kita. Saya juga korban fitnah yang bertubi, mulai dari dituduh menjual partai, penjual ummat, bahkan dituding melecehkan jilbab. Saya sudah memaafkan seluruh yang memfitnah itu,'' ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau