Usai Pilpres Ketua KPU Terharu

Kompas.com - 09/07/2009, 13:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafiz Anshary terharu melihat partisipasi masyarakat yang terbilang tinggi dalam pemilu presiden, Rabu (8/7) kemarin. Tingginya partisipasi masyarakat tersebut dilihat saat Hafiz memantau pelaksanaan pilpres bersama Mabes Polri dan Mendagri.

"Kemarin kita kan lihat dari helikopter, sampai jam 11.00 itu kondisi masih sepi. Itu buktinya partisipasinya tinggi sampai toko-toko saja tutup semua, dan keramaian terpusat di TPS-TPS. Itu yang membuat saya terharu," kata Hafiz, ketika ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (9/7).

Menurutnya, berdasarkan pemantauan sementara tingkat partisipasi masyarakat saat pilpres lebih tinggi dibandingkan pileg lalu. "Mudah-mudahan golput tidak lebih tinggi, dilihat dari antusiasme masyarakat cukup tinggi," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif CETRO Hadar Gumay mengatakan, tingkat partisipasi masyarakat pada pilpres masih rendah. Berdasarkan pemantauan timnya di sekitar 20 TPS di Jakarta, pemilih yang menggunakan hak pilihnya hanya sekitar 55 persen di tiap TPS. "Sayangnya, di TPS rata-rata hingga 40- 50 persen tidak memilih. Ini sayang," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau