JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafiz Anshary terharu melihat partisipasi masyarakat yang terbilang tinggi dalam pemilu presiden, Rabu (8/7) kemarin. Tingginya partisipasi masyarakat tersebut dilihat saat Hafiz memantau pelaksanaan pilpres bersama Mabes Polri dan Mendagri.
"Kemarin kita kan lihat dari helikopter, sampai jam 11.00 itu kondisi masih sepi. Itu buktinya partisipasinya tinggi sampai toko-toko saja tutup semua, dan keramaian terpusat di TPS-TPS. Itu yang membuat saya terharu," kata Hafiz, ketika ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (9/7).
Menurutnya, berdasarkan pemantauan sementara tingkat partisipasi masyarakat saat pilpres lebih tinggi dibandingkan pileg lalu. "Mudah-mudahan golput tidak lebih tinggi, dilihat dari antusiasme masyarakat cukup tinggi," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif CETRO Hadar Gumay mengatakan, tingkat partisipasi masyarakat pada pilpres masih rendah. Berdasarkan pemantauan timnya di sekitar 20 TPS di Jakarta, pemilih yang menggunakan hak pilihnya hanya sekitar 55 persen di tiap TPS. "Sayangnya, di TPS rata-rata hingga 40- 50 persen tidak memilih. Ini sayang," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang