JAKARTA, KOMPAS.com — Masyarakat Indonesia dipandang belum siap untuk mempunyai partai oposisi yang dapat menyaingi pemerintahan terpilih. Hal tersebut terungkap dari hasil exit poll yang dilakukan pada hari pencontrengan kemarin, Rabu (8/7). Dari 7.423 responden yang diwawancarai sebanyak 59,8 persen masyarakat menganjurkan agar partai-partai yang kalah bergabung dalam partai pemerintahan.
Wakil Ketua Dewan Pengurus LP3ES, Daniel Dhakidae, di Jakarta, Kamis (9/7), menerangkan, pada dasarnya Indonesia memang tidak mempunyai mental oposisi. Hal ini terbukti dari sejarah Indonesia yang tidak pernah berhasil membangun parpol oposisi dalam arti sesungguhnya. "Partai oposisi itu tradisi Inggris, kalau kita tradisi Belanda yang walaupun saat pemilihan masih ada saling jegal, tetap saja akan rukun lagi," ujarnya.
Partai oposisi yang sebenarnya, lanjut dia, dilengkapi dengan segala aspek untuk menyaingi pemerintahan yang ada, mulai dari bidang politik sampai pendidikan. "Partai oposisi bahkan bisa mengangkat kabinet bayangan. Kalau di Indonesia pemerintah sangat cair sehingga oposisi tidak ada. Tidak ada tradisinya," tandas Daniel.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang