DENPASAR, KOMPAS.com - Otoritas Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, Bali, sempat dilanda kepanikan, Kamis (7/8) malam. Pasalnya, pasien terduga influenza A-H1N1 yang dirawat di ruang isolasi Nusa Indah, kabur. Ia nekat melompat pagar di belakang ruang isolasi setinggi dua meter!
Kejadian itu terjadi sekitar pukul 19.00. Salah satu perawat terkejut setengah mati ketika mendapati pasien asal New Zealand, Richard Lochner (40), yang baru saja dirawat beberapa jam sebelumnya, tidak ada di ruangannya. Petugas keamanan rumah sakit pun dikerahkan.
Seluruh pintu keluar telah dipastikan terkunci. Akhirnya, diketahui Richard nekat kabur memanjat pagar di belakang ruang isolasi yang kebetulan memang berada di bagian belakang RSUP Sanglah. Menurut Kepala Satpam RSUD Sanglah Fery Dwianto, lima satpam yang bertugas pun dikerahkan mengejar sang pasien.
"Kita tidak mau mengambil risiko sedikitpun. Maka lima anggota kami disebar menyusuri jalan di sekitar rumah sakit. Kami pikir pasti dia belum jauh dari sini," kata Fery.
Benar saja, pasien nekat itu diketahui tengah kebingungan di depan sebuah SPBU di Jl Sesetan, sekitar 500 meter dari RSUP Sanglah. Ia menolak ajakan petugas untuk kembali ke rumah sakit. "Namun, ia akhirnya tidak dapat berbuat banyak ketika petugas kami mengeluarkan borgol. Ia kabur karena gugup dan tidak menyangka disangka terkena flu A-H1N1. Ia langsung dirawat lagi di Nusa Indah," kata Fery.
Pascainsiden itu, Richard dijaga lebih ketat. Sementara para satpam yang mengejar sang pasien diobservasi kesehatannya dan diharuskan mengonsumsi oseltamivir. Richard sendiri mengaku tidak berkomunikasi secara langsung dengan orang yang berpapasan dengannya selama pelariannya sekitar 45 menit itu.
Richard adalah satu-satunya pasien terduga influenza A-H1N1 yang dirawat di RSUP Sanglah. Ia dibawa ke Sanglah setelah terdeteksi menderita demam saat melewati alat pendeteksi panas tubuh beberapa saat setelah mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali , kemarin sore.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang