Agung Laksono: Kemenangan Sudah di Tangan SBY

Kompas.com - 09/07/2009, 14:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono menyatakan, jika semua pihak mau realistis, kemenangan dalam Pilpres 2009 bisa dikatakan sudah berada di tangan pasangan calon presiden-wakil presiden SBY-Boediono.

Hal ini didasarkan atas hasil quick count (penghitungan cepat) yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei dan hasil penhhitungan sementara yang dilakukan KPU terhadap hasil Pilpres 2009. Penghitungan itu menunjukkan selisih suara yang signifikan antara pasangan SBY-Boediono dan dua pasangan capres-cawapres lainnya.

"Jadi ini tentu sebuah fakta yang kalau mau realistis bisa dikatakan kemenangan sudah di tangan Pak SBY," katanya kepada wartawan di ruang kerjanya di DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (9/7) siang. Meski demikian, dia mengaku, pernyataan resmi dari Partai Golkar terhadap hasil Pilpres 2009 baru akan disampaikan pada waktu yang tepat.

Secara pribadi, Agung mengaku sangat prihatin terhadap kondisi di Partai Golkar karena dalam dua pemilu, pemilu legislatif dan pemilu presiden, Partai Golkar mengalami penurunan suara yang cukup signifikan. "Saya juga prihatin terhadap kondisi ini. Karena saat pileg jumlah suara menurun, lalu menyusul sekarang di pilpres hanya di nomor tiga, jauh di bawah Pak SBY dan Ibu Mega," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau