Tim Hukum Mega-Pro Balas Laporkan SBY-Boediono

Kompas.com - 09/07/2009, 19:50 WIB

 

JAKARTA, KOMPAS.com- Tim hukum dan advokasi pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto balas melaporkan pasangan SBY-Boediono ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Mereka merasa keberatan dengan telekonferensi yang diadakan SBY dengan gubernur, bupati, dan walikota seluruh Indonesia terkait himbauan penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil.

 

Salah satu anggota tim hukum dan advokasi Mega-Pro, Arteria Dahlan, mempertanyakan kapasitas SBY saat melakukan telekonferensi itu. Menurut dia, yang mengecek soal kesiapan pemilu bukanlah presiden. "Itu kewenangan Komisi Pemilihan Umum (KPU)," katanya.

Menurut dia, kalau pun sebagai Presiden dia meragukan kesiapan KPU, SBY mestinya bisa berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Karena itu, tidak selayaknya SBY melakukan telekonferensi itu.

"Oleh karena itu, kami meminta agar Bawaslu dan segala kewenangannya untuk menghadirkan SBY ke forum ini untuk meminta keterangan terkait dengan, misalnya, upaya mengumpulan gubernur, bupati, dan walikota dengan dalih mengatakan kesiapan pemilu presiden," ujar Arteria kepada wartawan di Bawaslu seusai Mega-Prabowo melakukan klarifikasi, Jakarta, Kamis (9/7).

 

Apakah laporan ini merupakan upaya balas dendam tim Mega-Prabowo terhadap laporan SBY-Boediono yang menduga pasangan nomor satu itu melakukan kampanye di masa tenang?

 

"Nggak, dari awal kita sudah ajukan itu. Kemarin kita mau ajukan, tapi waktunya tidak tepat. Ini dua kali loh. Panggilan kemarin tidak datang, sedangkan kami dipanggil, datang," kata dia.

Dalam telekonferensi itu, kata Arteria, ada kalimat SBY yang dapat dimultitafsirkan. Yakni harapannya agar pemilu tetap berjalan tertib, aman, dan lancar. Lalu ada kalimat yang dinilai interventif, yakni perintahnya agar gubernur dan walikota bisa membantu KPUD.

Sejauh ini, Bawaslu belum dapat diminta keterangan tentang laporan tersebut, karena sedang rapat pleno.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau