Pameran Tenun, Apresiasi yang Terlupakan

Kompas.com - 09/07/2009, 23:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Belasan seniman akan mengadakan pameran seni tenun di Galeri North Art Space, Pasar Seni Ancol, Jakarta Utara.

Pameran bertema Menjalin Waktu Merajut Makna ini yang rencananya akan dibuka oleh Gubernur Fauzi Bowo dan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Meutia Hatta Hari Jumat (10/7) ini akan berlangsung mulai 10-30 Juli.

"Acara ini diadakan untuk apresiasi seni tenun yang sudah agak terlupakan. Pada dasarnya, seni merupakan roh dari seluruh kehidupan usaha Ancol. Saya berharap dengan adanya pameran ini masyarakat mengetahui, memahami, dan pada akhirnya mengembangkan seni tenun itu sendiri," jelas YJ. Harwanto, GM Corporate PT. Pembangunan Jaya Ancol, di Jakarta, Kamis (9/7).

Kurator seni independen, Rifky Effendy menambahkan, dalam pameran ini seni tenun tradisional dan seni tekstil kontemporer dihadirkan, menggabungkan seni tradisional dan seni komtemporer. Karena itu puluhan ragam karya tenun dari lintas generasi dan daerah seperti Bali, Lombok, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Jawa dan Sunda dihadirkan dalam pameran ini. "Setiap karya seni tenun memiliki makna dan filosofi yang berbeda-beda," ujar Rifky Effendy.

M6-09/M7-09

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau