Chicago, Rabu
Obat itu, ABthrax atau raxibacumab, bekerja mencegah racun yang diproduksi bakteri antraks. Racun itu menyebabkan kerusakan sel dan mematikan.
Secara khusus, obat tersebut bekerja dengan antibiotik untuk mengembangkan peluang bertahan pada manusia yang terinfeksi antraks. ”Ini pengobatan baru yang dapat digunakan dari ancaman antraks,” kata Sally Bolmer, peneliti yang menuliskan studinya di New England Journal of Medicine, seperti dikutip Reuters, Rabu (8/7).
Menurut Bolmer, hanya dengan satu kali injeksi raxibacumab, 44 persen kelinci dan 64 persen monyet percobaan bertahan hidup dari paparan antraks yang diatur 200 kali lebih besar dari rata-rata dosis mematikan.
Pada 300 orang sehat yang disuntik raxibacumab dosis tunggal atau ganda tidak ditemukan efek samping yang serius. ”Itu semua merupakan manfaat signifikan,” kata dia.
Sebelum digunakan pada manusia, produsen harus memperoleh persetujuan, termasuk dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS (FDA). Uji coba juga pada minimal dua spesies hewan uji dan memastikannya aman bagi manusia.
Antraks sebenarnya merupakan penyakit pada hewan, tetapi bisa menular pada manusia (zoonosis) hanya dengan menghirup udara mengandung spora antraks, sentuhan dengan kulit, atau mengonsumsi makanan terkontaminasi antraks. Pada manusia, satu hari setelah bakteri masuk menimbulkan demam.
Tanpa penanganan kesehatan segera, biasanya memberi obat penisilin, orang dengan antraks dapat meninggal dalam hitungan dua hari.
Penularannya pun sangat cepat dan mudah karena kemampuan bakteria antraks membentuk spora. Di alam, spora mematikan itu mampu bertahan puluhan tahun.
Dalam teknologi militer, antraks dapat digunakan untuk senjata biologi berbentuk bubuk.
Human Genome Sciences mengembangkan pengobatan tersebut di bawah kontrak khusus pada tahun 2006, dengan badan khusus kesehatan AS yang dibentuk untuk mencegah dampak biologis. The Rockville, perusahaan yang berbasis di Maryland, AS, mulai meneliti setelah adanya serangan antraks tahun 2001 yang menewaskan lima orang.
Saat itu bakteri antraks disebarkan melalui surat yang dikirimkan kepada sejumlah wartawan dan politisi.
Kini produsen obat itu sudah mengirim 20.000 dos ABthrax ke US Strategic National Stockpile untuk penggunaan darurat serangan antraks melalui berbagai media.