Teknologi kesehatan

Obat Baru Selamatkan Monyet dan Kelinci dari Antraks

Kompas.com - 10/07/2009, 03:37 WIB

Chicago, Rabu - Sebuah eksperimen penanganan antibodi terbukti membantu kelinci dan monyet percobaan bertahan dari serangan bakteria antraks dalam dosis mematikan. Para peneliti pada Human Genome Sciences menyatakan, pengobatan tersebut juga aman bagi manusia.

Obat itu, ABthrax atau raxibacumab, bekerja mencegah racun yang diproduksi bakteri antraks. Racun itu menyebabkan kerusakan sel dan mematikan.

Secara khusus, obat tersebut bekerja dengan antibiotik untuk mengembangkan peluang bertahan pada manusia yang terinfeksi antraks. ”Ini pengobatan baru yang dapat digunakan dari ancaman antraks,” kata Sally Bolmer, peneliti yang menuliskan studinya di New England Journal of Medicine, seperti dikutip Reuters, Rabu (8/7).

Menurut Bolmer, hanya dengan satu kali injeksi raxibacumab, 44 persen kelinci dan 64 persen monyet percobaan bertahan hidup dari paparan antraks yang diatur 200 kali lebih besar dari rata-rata dosis mematikan.

Pada 300 orang sehat yang disuntik raxibacumab dosis tunggal atau ganda tidak ditemukan efek samping yang serius. ”Itu semua merupakan manfaat signifikan,” kata dia.

Sebelum digunakan pada manusia, produsen harus memperoleh persetujuan, termasuk dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS (FDA). Uji coba juga pada minimal dua spesies hewan uji dan memastikannya aman bagi manusia.

Penularan antraks

Antraks sebenarnya merupakan penyakit pada hewan, tetapi bisa menular pada manusia (zoonosis) hanya dengan menghirup udara mengandung spora antraks, sentuhan dengan kulit, atau mengonsumsi makanan terkontaminasi antraks. Pada manusia, satu hari setelah bakteri masuk menimbulkan demam.

Tanpa penanganan kesehatan segera, biasanya memberi obat penisilin, orang dengan antraks dapat meninggal dalam hitungan dua hari.

Penularannya pun sangat cepat dan mudah karena kemampuan bakteria antraks membentuk spora. Di alam, spora mematikan itu mampu bertahan puluhan tahun.

Dalam teknologi militer, antraks dapat digunakan untuk senjata biologi berbentuk bubuk.

Human Genome Sciences mengembangkan pengobatan tersebut di bawah kontrak khusus pada tahun 2006, dengan badan khusus kesehatan AS yang dibentuk untuk mencegah dampak biologis. The Rockville, perusahaan yang berbasis di Maryland, AS, mulai meneliti setelah adanya serangan antraks tahun 2001 yang menewaskan lima orang.

Saat itu bakteri antraks disebarkan melalui surat yang dikirimkan kepada sejumlah wartawan dan politisi.

Kini produsen obat itu sudah mengirim 20.000 dos ABthrax ke US Strategic National Stockpile untuk penggunaan darurat serangan antraks melalui berbagai media. (Reuters/GSA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau