Ketidakmenentuan Prospek Ekonomi Tetap Tekan Dollar

Kompas.com - 10/07/2009, 06:31 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Dollar AS dan yen jatuh  karena para investor membuka kembali minat mereka terhadap risiko dan mata uang utama lainnya, menggantikan kerugian mereka beberapa hari sebelumnya.
     
Sterling mendapat dorongan dari keputusan Bank Sentral Inggris (BoE) untuk mempertahankan suku bunga utamanya tidak berubah dan tetap mempertahankan fasilitas pembelian aset meskipun pasar mengharapkan program ini diperluas.
     
Dalam perdagangan akhir di London, mata uang tunggal Eropa naik menjadi 1,4034 dollar dari 1,3885 dollar di New York pada akhir Rabu (8/7). Dollar jatuh menjadi 92,77 yen dari 92,86 yen pada akhir Rabu.
     
"Memuncaknya ketidakpastian mengenai prospek untuk pemulihan ekonomi global dalam beberapa hari mendukung yen, yang dipandang sebagai tempat istirahat yang aman (safe haven) selama masa kekacauan pasar," kata dealer.

"Kenaikan besar dari yen selama pekan lalu adalah sebuah penjelasan dan teriakan standar risiko," kata analis Societe Generale Patrick Bennett.
     
Sentimen investor masam setelah pertemuan puncak para pemimpin Kelompok Delapan (G-8), Rabu di kota L’Aquila, Italia, memperingatkan bahwa perekonomian dunia masih dalam bahaya. Dalam sebuah pernyataan resmi, negara-negara G-8 mengatakan masih ada "risiko signifikan" bagi stabilitas ekonomi dan keuangan.
     
Selama pertemuan tersebut, anggota majelis negara China Dai Bingguo Thu mengatakan kepada para pemimpin bahwa rezim mata uang internasional akan menjadi lebih terdiversifikasi, kata seorang pejabat China kepada wartawan.

Hal ini menambah tekanan terhadap dollar, yang adalah cadangan mata uang terbesar di dunia. Setiap diversifikasi apa pun akan mengurangi permintaan untuk unit AS.
     
Dalam berita lain yang menarik di pasar valuta asing, para pemimpin berjanji untuk menjauhkan diri dari persaingan devaluasi mata uang dalam sebuah pernyataan bersama Kamis. Investor juga menyerap berita bahwa klaim baru manfaat asuransi pengangguran AS turun 8,4 persen pekan lalu menjadi ke posisi terendah enam bulan, menyatakan beberapa perbaikan dalam pasar kerja yang bermasalah.
     
Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa klaim awal untuk asuransi tunjangan pengangguran jatuh menjadi 565.000 pada pekan yang berakhir 4 Juli. Di Inggris, Bank Sentral Inggris (BoE) secara mengejutkan memutuskan  memompa miliar pound tambahan lagi ke pasar uang untuk meningkatkan kredit pada Kamis, karena itu mempertahankan suku bunga kunci pada rekor terendah 0,5 persen.
     
Sementara keputusan suku bunga itu sesuai dengan yang diharapkan, banyak ekonom percaya Komite Kebijakan Moneter BoE akan mengumumkan rencana untuk membuat tambahan 25 miliar pound (28,9 miliar euro, 40,4 miliar dolar AS) berdasarkan skema pelonggaran kuantitatif (QE). "Keputusan bank untuk tidak lagi memasukkan uang ke dalam program pelonggaran kuantitatif  telah tertangkap pasar hati-hati dan bantuan telah membantu kepercayaan jangka pendek sterling kembali," kata Mark O Sullivan dari Currencies Direct.
     
Berdasarkan QE—sebuah proses untuk membuat uang baru—bank sentral Inggris membeli obligasi pemerintah dari bank-bank komersial dengan harapan bahwa lembaga akan meminjamkannya kembali kepada para pebisnis dan individu. Dalam perdagangan Kamis di London, euro dipindahtangankan pada 1,4034 dollar terhadap 1,3885 dollar pada akhir Rabu, 129,50 yen (128,96), 0,8608 pound (0,8642) dan 1,5127 franc Swiss (1,5132).
     
Dollar berada pada 92,77 yen (92,86) dan 1,0835 franc Swiss (1,0895). Pound berada pada 1,6217 dollar (1,6063). Di London Bullion Market, harga emas turun menjadi 911,75 dollar AS per ons dari 918 dollar AS pada akhir Rabu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau