JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Presidium Persatuan Alumni GMNI Palar Batubara menilai, silang pendapat atas hasil penghitungan cepat sudah menjadi langkah mundur, apalagi jika masih ada peserta pemilu presiden yang mempersoalkannya. "Karena, beberapa lembaga quick count, bila secara rata-rata, menghasilkan perolehan yang tidak jauh berbeda," ujar Palar Batubara di Jakarta, Jumat (10/7).
Menurut Palar, dari 6 lembaga survei yang ada, bila dilakukan rata-rata, akan memperoleh hasil Mega-Prabowo 27,33 persen, SBY-Boediono 60,09 persen, dan JK-Win 12,57 persen. Artinya, lembaga-lembaga survei tersebut bekerja secara profesional, apalagi mereka yang bekerja pada lembaga survei tersebut adalah orang-orang yang mempunyai latar belakang pendidikan yang dapat dipertanggungjawabkan. "Semestinya kita bangga atas karya anak-anak bangsa tersebut, sementara tim-tim sukses yang ada di belakang calon pilpres adalah hanya atas dasar intuisi politik belaka. Ini yang menjadi keprihatinan kita," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang