Jakarta, Kompas -
”Orang asing juga enggak suka kalau Jalan Jaksa kehilangan karakternya. Jalan Jaksa harus dipelihara. Saya serahkan amanah ke Wali Kota untuk memelihara karakter Jalan Jaksa,” kata Fauzi Bowo saat membuka Festival Jalan Jaksa, Jumat malam (10/7).
Festival Jalan Jaksa akan berlangsung hingga hari Minggu (12/7). Tema festival adalah ”Betawi on Arts” yang menonjolkan berbagai budaya Betawi mulai dari tembang, tarian, hingga kekayaan kulinernya.
Selama festival, Jalan Jaksa sepanjang sekitar 500 meter tidak dapat dilalui oleh kendaraan bermotor. Para pengunjung dapat melihat-lihat dengan berjalan kaki. Di tiga panggung terbuka, pengunjung dapat menyaksikan berbagai atraksi, seperti lagu-lagu Betawi populer, gambang kromong, permainan tanjidor, hingga layar tancap.
Tak hanya kesenian Betawi, turis asing juga ikut dilibatkan dengan menampilkan lagu-lagu dari negara-negara mereka di salah satu panggung.
Meski ditujukan untuk turis asing, sebagian besar pengunjung festival adalah warga lokal Jakarta. Salah satu warga negara asing asal Amerika Serikat, Mark Thomas Rex (51), mengatakan, Jalan Jaksa tetap nyaman bagi turis asing sejak 20 tahun lalu dia pertama kali ke Jakarta.
Akan tetapi, menurut Mark, apabila di Jalan Jaksa dibangun hotel-hotel atau apartemen yang besar, selain merusak karakter Jalan Jaksa, hal itu tidak bermanfaat bagi turis asing.
”Turis asing datang ke sini karena murahnya. Mencari yang murah. Kalau ada hotel atau apartemen besar, turis backpackers tidak akan ke sana,” kata Mark.