Kalah Lagi, Langkah Indonesia Terhenti di Semifinal

Kompas.com - 11/07/2009, 20:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perjalanan tim tenis putra Indonesia di ajang Piala Davis Grup II zona Asia-Oceania harus terhenti di semifinal. Tim Merah-putih gagal membendung Selandia Baru yang menang 3-0.

Setelah kalah 0-2 di hari pertama, Jumat (10/7), Indonesia mencoba peruntungan di nomor ganda yang dimainkan Sabtu (11/7) di Stadion Tertutup Perry Arena, Hamilton, Selandia Baru.

Sayang, pasangan Christopher Rungkat/I Ketut Nesa Arta tak mampu mengalahkan pasangan tuan rumah. Mereka mengakui keunggulan pasangan Selandia Baru, Daniel King-Turner/GD Jones setelah berjuang selama empat set dengan kekalahan 6-4 5-7 6-7(4) 4-6.

Christopher/Nesa melakukan start yang baik. Melalui permainan yang agresif mereka mampu menekan Turner/Jones untuk merebut set pertama 6-4.

Namun pada set berikutnya, Turner/Jones mampu bangkit secara mengesankan. Pasangan tuan rumah itu dua kali bangkit dari ketinggalan pada set kedua dan keempat, dan tampil lebih tenang saat tiebreak pada set ketiga untuk meraih kemenangan.

Pada hari pertama, Selandia Baru meraih angka melalui kemenangan Turner atas pemain tunggal kedua Indonesia, Sunu Wahyu Trijati 6-4 1-6 6-4. Kemudian Jones mengalahkan tunggal pertama Indonesia Christopher 7-5 4-6 6-3 6-2.

Dua partai tunggal pada hari ketiga, Minggu (12/7), meskipun sudah tidak menentukan lagi akan tetap dipertandingkan. Menurut jadwal, pertandingan hari ketiga adalah pertandingan silang dari dua partai hari pertama, yakni Christo bertemu Turner dan Sunu melawan Jones.

Namun karena sudah tidak menentukan, kedua tim bisa menurunkan pemain lain.

Kemenangan atas Indonesia membawa Selandia Baru melaju ke final Grup II Zona Asia-Oceania untuk menantang Filipina yang mengalahkan Pakistan 3-0 pada semifinal lainnya. Sedangkan Indonesia tetap bertahan di Grup II, seperti hasil yang dicapai tahun lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau