Nyaris Tewas Akibat Diet yang Salah

Kompas.com - 12/07/2009, 15:57 WIB

KOMPAS.com - Brooke Robertson, 23 tahun, dari New Zealand dilaporkan hampir meninggal akibat kesalahan cara diet yang ia lakukan. Dilaporkan oleh Thatsfit.com, Brooke berdiet untuk menghilangkan berat tubuhnya yang naik drastis setelah melahirkan bayinya. Ia berupaya menurunkan bobot tubuhnya dengan menenggak minuman berenergi untuk menekan rasa lapar.

Brooke yang merasa kesulitan menurunkan berat badannya dengan cara berolahraga mencari jalan termudah, yakni mengurangi asupan makanannya. Ia mulai meminum setidaknya 10-14 kaleng minuman berenergi per hari yang di dalamnya mengandung kafein.

Hasilnya, ia berhasil menghilangkan bobot 98 pon (sekitar 45 kg) dalam waktu 8 bulan, dan hampir kehilangan nyawanya akibat serangan jantung. Ini merupakan salah satu jenis diet yang salah dan tak sehat. Bukan karena diet yang hanya membuatnya minum minuman tinggi kafein saja yang berbahaya, tapi diet yang memiliki pantangan ekstrem juga tidak bijaksana.

Contoh lain diet yang berbahaya, misalnya Beverly Hills Diet yang terkenal di sekitar tahun 1981-an. Ini merupakan suatu sistem makan yang mengharuskan seseorang untuk hanya mengkonsumsi buah-buahan selama 10 hari. Setelah itu, baru boleh menambahkan makanan lain perlahan-lahan. Tak hanya ini adalah diet tak didasari ilmu pengetahuan yang cukup baik, banyak ahli kesehatan menyatakan bahwa diet semacam ini buruk untuk kesehatan.

Ketika tubuh kehilangan nutrisi dan energi yang diperlukannya, tentu tubuh akan kehilangan berat badan. Namun, hal ini akan berpengaruh besar terhadap kesehatan, namun ke arah yang tidak sehat. Ketika Anda sudah tak lagi melakukan kegiatan ini, Anda akan merasa berat tubuh naik lebih cepat.

Untuk mendapatkan berat tubuh yang ideal, diperlukan rencana yang bisa terus berjalan seumur hidup. Makan makanan sehat, dengan memilih makanan bernutrisi, seperti buah, sayur, makanan whole grain, dan protein akan menjaga total kalori Anda dalam batas normal, dan olahraga teratur adalah dasar hidup sehat, dengan berat tubuh yang sehat. Hal ini akan butuh komitmen yang sungguh kuat dari pribadi yang mampu dan mau berdisiplin. Kesehatan itu mahal harganya. Jagalah sebaik-baiknya. Apa gunanya memiliki tubuh kurus seperti model jika kita sakit-sakitan?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau