Bawaslu Telusuri Keterlibatan IFES Dalam Tabulasi SMS

Kompas.com - 12/07/2009, 18:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menelusuri keterlibatan The International Foundation for Eletoral Systems (IFES) dalam penyelenggaraan tabulasi nasional melalui sistem pesan singkat (SMS) yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU). Karena itu, Bawaslu segera meminta klarifikasi dari IFES maupun KPU.

"Kami mencoba mengontak langsung IFES, seberapa besar perannya. Ini memang belum diplenokan, tetapi berilah kesempatan kepada kami untuk menelusuri di sana," kata Wahidah, ketika ditemui di Kantor Bawaslu, Jakarta, Minggu ( 12/7 ).

Diketahui, tabulasi elektronik ini menuai berbagai kritik dari berbagai pihak karena dinilai gagal. Bahkan, kubu Mega-Prabowo juga melaporkan ke Bawaslu karena adanya pelibatan pihak asing, yakni IFES dalam tabulasi nasional tersebut.

Menurut Wahidah, dalam menerima bantuan dari luar baik uang tunai, manfaat, kegiatan, konsultan, ataupun perangkat, KPU harus tetap menjadi decision maker. Di mana operator dilapangan juga tetap orang-orang yang harus direkrut oleh KPU. "Seharusnya dari KPU, bukan IFES. Itu kan agar mereka tidak mendistorsi. Kalau IFEs yang menjalankan semuanya, berarti KPU kurang hati-hati. Ini kan suatu negara," tuturnya.

Ia mengakui, masalah ini tidak dapat dikategorikan pelanggaran pidana ataupun administrasi. Sebab, dalam UU Pilpres No. 42/2008 pasal 248 hanya menyebutkan setiap orang yang dengan sengaja merusak, mengganggu atau mendistorsi sistem penghitungan suara hasil pemilu presiden dan wakil presiden, dipidana dengan pidana penjara 5-10 tahun dan denda paling sedikit Rp 2,5 miliar-Rp 5 miliar.

"Yang dimaksud UU itu mendistorsi dalam penghitungan manual. Karena UU tidak mengenal sistem penghitungan cepat," jelasnya.

Kalau ditelusuri, tambahnya, masalah ini hanya pelanggaran kode etik saja. "Yang perlu dilakukan KPU agar menjaga kehati-hatian dan perlu menjaga perasaan masyarakat karena itu kan masalah yang sensitif seperti DPT," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau