Hasil imbang 2-2 itu memperkokoh posisi Amerika Serikat (AS) sebagai juara grup dan melaju ke perempat final. Haiti juga lolos sebagai salah satu dari dua tim peringkat ketiga terbaik, diikuti runner-up Honduras yang melibas Grenada 4-0 (2-0).
Kredit poin yang diberikan kepada Holden, gelandang berusia 23 tahun kelahiran Skotlandia, lebih kepada kontribusinya menjaga rekor tak terkalahkan tim AS pada penyisihan grup Piala Emas. Andai saat itu pun AS kalah dengan skor 1-2 dan Honduras menang 4-0 atas Grenada, mereka tetap lolos sebagai juara grup.
Dengan hasil tersebut, catatan penampilan AS di penyisihan grup menjadi 23-2-0 (23 kali menang, 2 kali seri, dan belum pernah kalah). Selain itu, ambisi Haiti untuk melipat AS pertama kali sejak mereka menang 1-0 pada Mei 1969 batal terwujud.
AS, yang turun dengan pemain lapis kedua dan muda usia, sebenarnya memimpin 1-0 pada menit keenam lewat gelandang Davy Arnaud, atas umpan Holden. Namun, Haiti bangkit pada babak kedua dan memborong dua gol dalam kurun 5 menit.
Dua gol balasan Haiti dicetak gelandang Vaniel Sirin menit ke- 46 dan gelandang Mones Chery tiga menit kemudian. Memasuki masa injury time, tepatnya menit ke-92, tembakan Holden dari jarak 25 meter menembus pojok kanan atas gawang kiper Haiti, Jean Dominique Zephirin.
”Kami terus menekan sepanjang babak kedua. Kami terus menggedor pertahanan mereka dan kesempatan itu jatuh di depan saya,” kata Holden. ”Pengalaman hari ini akan jadi sesuatu yang berguna bagi mereka,” ujar Bob Bradley, Pelatih AS.
Enam dari 11 pemain starter AS ketika melawan Haiti merupakan para debutan dalam membela ”The Yanks”, julukan timnas AS. Holden, yang jadi pahlawan hari itu, juga baru menjalani debut saat AS menghadapi Grenada, 4 Juli lalu. Saat itu AS menang 4-0, satu gol di antaranya merupakan kontribusi Holden.
Pada perempat final, 18 Juli, AS akan melawan Jamaika atau tim peringkat ketiga Grup C.
Pada laga lain di tempat yang sama, Honduras menutup kiprah di penyisihan grup dengan pesta gol 4-0 (2-0) ke gawang Grenada. Diawali gol Walter Martinez menit ke-2, lalu diperbesar gelandang Roger Espinoza pada menit ke-25, dilanjutkan gelandang Melvin Valladares pada menit ke-56, dan pesta gol itu ditutup striker Carlos Costly dari titik penalti pada menit ke-67.
Di perempat final Honduras menantang juara Grup A, Kanada. Tahun 2007 Honduras juga ke perempat final, tetapi disikat Guadeloupe yang lolos ke semifinal. Tahun 2005 Honduras melewati perempat final dan lolos ke semifinal, tetapi kalah dari AS.
Terkait ricuh partai Meksiko versus Panama, Kamis lalu, Pelatih Meksiko Javier Aguirre dihukum skors tiga laga. Aguirre telah meminta maaf atas ulahnya menendang pemain Panama, tetapi itu tidak menghapus hukuman.
Aguirre baru bisa memimpin tim bertanding jika Meksiko lolos hingga final. Namun, jika Meksiko gagal ke semifinal, Aguirre tetap dilarang mendampingi tim hingga saat Meksiko menjalani laga krusial kualifikasi Piala Dunia 2010 melawan AS pada 12 Agustus.