Krim Tabir Surya, Pentingkah?

Kompas.com - 13/07/2009, 18:21 WIB

KOMPAS.com - Masalah penggunaan krim tabir surya sepertinya kurang diindahkan oleh sebagian dari kita. Ketika beraktivitas di luar ruangan, kita sering lupa mengaplikasikan krim tabir surya pada bagian tubuh yang terkena paparan sinar matahari. Hal itu terjadi hampir setiap hari. Padahal, apabila berlanjut terus, ada beragam jenis penyakit yang bisa mengancam kesehatan kulit kita. Sebut saja salah satunya, kanker kulit.

Sebaliknya, ada juga yang kalap membekali diri dengan beragam jenis krim tabir surya, tanpa meneliti kandungannya. Padahal, 84 persen dari 700 merek krim tabir surya yang beredar di pasar ternyata tak mampu melindungi kulit dari paparan sinar UV secara optimal. Demikian hasil temuan dari Environmental Working Group, yayasan non-profit yang memberikan informasi kesehatan pada masyarakat di Amerika Serikat. Sesungguhnya masih banyak mispersepsi seputar tabir surya yang beredar di antara kita. Simak apa saja mispersepsi tersebut, dan temukan kebenarannya.

Krim tabir surya membuat jerawat makin parah. Menurut Robert A. Weiss, MD, ketua American Society for Dermatologic Surgery dan penulis buku Photoaging, "Menjaga kulit dari paparan sinar UV sebenarnya justru dapat mengurangi munculnya jerawat di kemudian hari. Sinar matahari dapat merangsang kelenjar minyak dan menebalkan jaringan kulit, yang bisa menutup pori-pori." Oleh karena itu, selalu awali hari dengan mengaplikasikan krim tabir surya.

Kulit jadi mudah berkeringat. "Keringat yang muncul saat berolahraga, bisa mengurangi efektivitas perlindungan krim tabir surya terhadap kulit kita," tutur James Spencer, MD, asisten profesor di bidang dermatologi klinis, Mount Sinai School of Medicine. Sebaiknya, gunakan krim tabir surya yang khusus diformulasikan untuk aktivitas olahraga. Kita bisa mengenalinya lewat label "water resistant" yang tercantum pada kemasannya. Ini berarti, tabir surya jenis ini bisa melindungi kulit selama 80 menit. Tetapi, alangkah baiknya kalau kita selalu mengaplikasikannya berulangkali.

Kulit sensitif perlu menghindari tabir surya. Sebagian krim tabir surya diketahui mampu menyerap sinar UV dan bisa menimbulkan iritasi pada kulit. Oleh sebab itu, cermatlah memilih krim tabir surya yang bisa memantulkan sinar UV. Biasanya, produk tersebut mengandung zinc oxide atau titanium dioksida, karena lebih aman untuk kulit sensitif. "Pemakaian krim tabir surya memang tidak membuat kita terhindar sepenuhnya dari panas matahari. Yang pasti, tabir surya berfungsi untuk mengurangi kemungkinan terjadinya penyakit kulit, seperti rosacea," terang Weiss.

Semakin besar SPF-nya, semakin maksimal perlindungannya. SPF (sun protection factor) menunjukkan kemampuan krim tabir surya dalam menghambat timbulnya reaksi kemerahan pada kulit akibat paparan sinar UVB (ultra violet B).  Sebagai contoh, kulit kita akan terbakar setelah terkena paparan sinar matahari selama 10 menit tanpa menggunakan krim tabir surya. Jika ia menggunakan tabir surya SPF 15, kulitnya akan terlindung 15 kali lebih lama (150 menit).

Namun, apa ini artinya kita perlu memilih tabir surya dengan kadar SPF paling tinggi, agar perlindungannya makin maksimal? Rosemary J. Geary, dermatolog asal Chandler, Arizona, menyatakan bahwa sebenarnya perbedaan perlindungan antara SPF 15, SPF 30, dan bahkan SPF 80 tidaklah sebesar jumlah angka yang tertera. Sebagian besar dokter spesialis kulit menyatakan, SPF 15 sudah cukup melindungi kulit kita. Namun usahakan untuk mengaplikasikan krim itu secara merata di seluruh tubuh.

Tidak ada matahari, tidak perlu tabir surya. Selalu aplikasikan krim tabir surya, meskipun langit sedang mendung. Krim tabir surya dibutuhkan terutama saat kita beraktivitas di luar ruangan dan terkena sinar matahari. Saat matahari sedang tak tampak, tabir surya harus tetap diaplikasikan karena sinar UVA dapat menembus awan. Yang penting untuk kita ketahui, tidak ada satu pun krim tabir surya yang bisa memberi perlindungan total terhadap sinar matahari. Itu sebabnya, istilah yang kini lazim digunakan adalah sunscreen, bukan sunblock.

Bentuk losion lebih efektif dibandingkan gel. Efektivitas setiap krim tabir surya tergantung pada pilihan molekul pembawa yang terkandung di dalam krim tersebut. Bentuk tabir surya yang paling sering digunakan adalah losion atau krim. Ada pula bentuk lain, seperti gel atau stik. Bentuk losion dan krim cocok untuk kulit normal cenderung berminyak, karena teksturnya ringan, mudah menyerap, dan tidak lengket. Tabir surya jenis minyak mudah menyerap, namun daya lekatnya tipis, sehingga efek proteksinya kurang. Berbeda dengan gel, jenis ini lebih pas digunakan pada kulit berminyak. Untuk melindungi area tubuh seperti bibir, telinga, hidung, dan sekitar mata, kita bisa menggunakan tabir surya jenis stik. Biasanya, produk ini dicampur dengan lilin (wax) dan petrolatum. Untuk rambut, gunakan tabir surya jenis spray, karena lebih mudah diaplikasikan.

Boleh dicoba:
Untuk wajah sensitif
Phytomer Protective Sun Cream Sunscreen SPF 30 (Rp 680.000,-), paduan marine sugar dan penangkal sinar radiasi UVA dan UVB.

Untuk tubuh
L'Occitane Buriti Sunscreen Milk Medium Protection SPF 15 (Rp 300.000,-), mengandung tanaman organik Buriti yang bermanfaat untuk melindungi kulit dari paparan sinar radiasi UVA dan UVB.

Untuk rambut
Phytoplage Voile Capillaire (Rp 277.000,-), merupakan ekstrak bunga matahari dan lotus yang melindungi batang rambut dari sengatan matahari.

Untuk membantu mencerahkan
Clinique Derma White Super City Block SPF 40 (Rp 390.000,-), disertai ekstrak ragi jenis Black Out, menolong mencerahkan kulit wajah.

(Karyn Repinski/Dian Primasari/Majalah Prevention)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau