Identitas Korban Mutilasi Belum Jelas

Kompas.com - 13/07/2009, 18:24 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Meski kemungkinan besar tempat kejadian perkara mutilasi berada di luar wilayah DI Yogyakarta, aparat kepolisian di Kota Gudeg itu akan tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban mutilasi yang sebagian mayatnya ditemukan di dalam bus Sumber Kencono di Terminal Giwangan, Jumat petang lalu.

"Jika dirunut dari kronologisnya, sangat besar kemungkinan kasus tersebut tidak terjadi di DIY, namun di wilayah Jawa Timur, yakni antara Surabaya hingga Madiun," kata Kepala Kepolisian Daerah DIY Brigjen (Pol) Sunaryono di Yogyakarta, Senin (13/7).

"Identitas akan kami selidiki melalui sidik jari korban, dan diharapkan dari identifikasi sidik jari itu dapat diketahui identitas korban," katanya.

Selain itu, Polda DIY juga berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur, khususnya Polres Ngawi dan Magetan. Sebab, pada waktu hampir bersamaan juga ditemukan potongan tubuh manusia yang kemungkinan besar adalah bagian tubuh dari korban mutilasi yang ditemukan di dalam bus di terminal Yogyakarta.

"Anggota kami telah bergerak ke Jawa Timur untuk koordinasi dengan kepolisian setempat, karena kemungkinan besar temuan potongan tubuh manusia di Magetan ada kaitan dengan temuan yang di Yogyakarta," katanya.

Seperti diberitakan, potongan tubuh terdiri dari kepala dan dua tangan ditemukan di dalam sebuah tas yang ditinggal penumpang di dalam bus PO Sumber Kencono pada Jumat lalu. Sehari kemudian, di Magetan juga ditemukan potongan tubuh manusia yang ditinggalkan di dalam bus.

Dua temuan itu diperkirakan berkait, mengingat yang ditemukan di Magetan adalah bagian badan, khususnya perut ke bawah. Apalagi, awak bus Sumber Kencono juga mengaku bahwa tas yang kemudian diketahui berisi kepala dan kaki wanita itu sudah ada di dalam bus sejak di Terminal Ngawi, Jawa Timur.

Belum bisa diumumkan

Sementara itu, Tim Identifikasi Forensik Rumah Sakit (RS) Sardjito Yogyakarta hari ini melakukan visum atau pemeriksaan jenazah terhadap potongan tubuh korban mutilasi yang ditemukan di dalam bus Sumber Kencono. Akan tetapi, hasilnya belum bisa diumumkan.

"Visum sedang berlangsung hari ini. Kami belum bisa memberikan keterangan mengenai hasilnya. Apalagi, bagian tubuhnya masih belum lengkap," kata Kasat Reskrim Poltabes Yogyakarta Komisaris Saiful Anwar di Ruang Instalasi Forensik RS Sardjito Yogyakarta.

Ia mengatakan, pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur melalui Polwil Madiun terkait ditemukannya potongan bagian tubuh perempuan di wilayah Kabupaten Magetan (Jatim).

"Kami telah mengirimkan foto potongan bagian tubuh yang ditemukan di Yogyakarta, dan kami juga masih kesulitan karena yang ditemukan di Magetan hanya bagian perut ke bawah," katanya.

Menurut dia, visum yang dilakukan tim forensik yang paling baru untuk mengenali golongan darah, ciri-ciri fisik korban. "Sedangkan jenis kelamin, jika dilihat dari mukanya, adalah seorang perempuan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau