XINJIANG, KOMPAS.com — Polisi China menembak mati dua lagi warga Uighur. Insiden itu terjadi di Urumqi, Senin (13/7).
Menurut radio pemerintah China, polisi menembak mati kedua pria untuk melindungi seorang warga Uighur lain yang sedang diserang dengan pisau. Pernyataan pemerintah mengumumkan "pelanggar hukum" ketiga terluka.
Polisi mendapati tiga warga Uighur mengejar seorang warga lainnya di dekat rumah sakit, di pusat kota. Ketiga warga Uighur itu membawa pisau panjang dan alat pukul. Para pejabat daerah mengatakan, polisi mencoba untuk mencegah para tersangka mengejar korbannya.
Laporan-laporan media dari Hongkong mengindikasikan bahwa dua polisi mungkin juga terbunuh dalam insiden yang terjadi di kawasan pemukiman warga Uighur, meski hal ini sulit diverifikasi.
Angka resmi yang diumumkan aparat China sebelum insiden terbaru ini menyebutkan, 184 orang meninggal dalam kerusuhan antar-ras, dan sebagian besar dari mereka warga etnis Han China. Jumlah korban luka dinyatakan hampir 1.700 orang.
Tindak kekerasan ini terjadi setelah aparat China mengatakan, ketegangan telah dipulihkan di ibu kota Xinjiang, Urumqi, menyusul kerusuhan pekan lalu.
Laporan-laporan lain menyebutkan, polisi menembak ke arah sekelompok pria warga Uighur yang bersenjata belati dan tongkat. Mereka dilaporkan menyerang polisi.
Ribuan anggota pasukan balabantuan keamanan menjaga kota berpenduduk 2,3 juta jiwa itu sejak kerusuhan pecah pada 5 Juli.
Warga etnis Han kini merupakan penduduk mayoritas di Urumqi, tetapi warga etnis Uighur merupakan minoritas dengan jumlah yang signifikan dan sudah lama mengeluhkan diskriminasi.
Kerusuhan mulai terjadi saat massa warga Uighur melancarkan unjuk rasa soal perkelahian yang menewaskan dua orang Uighur, di China selatan di penghujung Juni
Para pejabat mengatakan, 137 korban tewas dalam kerusuhan Minggu 5 Juli adalah orang Han China, sedangkan 46 warga Uighur dan seorang warga etnis Hui.
Kelompok-kelompok Uighur di pengasingan menyatakan, ratusan orang Uighur terbunuh.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang