Dua Lagi Warga Uighur Tewas

Kompas.com - 13/07/2009, 20:38 WIB

XINJIANG, KOMPAS.com — Polisi China menembak mati dua lagi warga Uighur. Insiden itu terjadi di Urumqi, Senin (13/7).

Menurut radio pemerintah China, polisi menembak mati kedua pria untuk melindungi seorang warga Uighur lain yang sedang diserang dengan pisau. Pernyataan pemerintah mengumumkan "pelanggar hukum" ketiga terluka.

Polisi mendapati tiga warga Uighur mengejar seorang warga lainnya di dekat rumah sakit, di pusat kota.  Ketiga warga Uighur itu membawa pisau panjang dan alat pukul. Para pejabat daerah mengatakan, polisi mencoba untuk mencegah para tersangka mengejar korbannya.

Laporan-laporan media dari Hongkong mengindikasikan bahwa dua polisi mungkin juga terbunuh dalam insiden yang terjadi di kawasan pemukiman warga Uighur, meski hal ini sulit diverifikasi.

Angka resmi yang diumumkan aparat China sebelum insiden terbaru ini menyebutkan, 184 orang meninggal dalam kerusuhan antar-ras, dan sebagian besar dari mereka warga etnis Han China. Jumlah korban luka dinyatakan hampir 1.700 orang.

Tindak kekerasan ini terjadi setelah aparat China mengatakan, ketegangan telah dipulihkan di ibu kota Xinjiang, Urumqi, menyusul kerusuhan pekan lalu.

Laporan-laporan lain menyebutkan, polisi menembak ke arah sekelompok pria warga Uighur yang bersenjata belati dan tongkat. Mereka dilaporkan menyerang polisi.

Ribuan anggota pasukan balabantuan keamanan menjaga kota berpenduduk 2,3 juta jiwa itu sejak kerusuhan pecah pada 5 Juli.

Warga etnis Han kini merupakan penduduk mayoritas di Urumqi, tetapi warga etnis Uighur merupakan minoritas dengan jumlah yang signifikan dan sudah lama mengeluhkan diskriminasi.

Kerusuhan mulai terjadi saat massa warga Uighur melancarkan unjuk rasa soal perkelahian yang menewaskan dua orang Uighur, di China selatan di penghujung Juni

Para pejabat mengatakan, 137 korban tewas dalam kerusuhan Minggu 5 Juli adalah orang Han China, sedangkan 46 warga Uighur dan seorang warga etnis Hui.

Kelompok-kelompok Uighur di pengasingan menyatakan, ratusan orang Uighur terbunuh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau