Toyota Prius dengan 1.000 Lebih Paten

Kompas.com - 14/07/2009, 10:46 WIB

KOMPAS.com — Prestasi Prius sebagai mobil hibrida paling irit di dunia saat ini diperoleh dari hasil rekayasa dan rancangan yang sangat matang, cermat, dan ditangani secara khusus oleh ahli, insinyur, dan desainer Toyota dari berbagai disiplin ilmu. Hal itu dibuktikan, kendati merek lain menggunakan teknologi hibrida Toyota yang disebut dengan Hybrid Synergy Drive (HSD), tetapi ternyata belum bisa menyamai Prius.

Sebagai contoh, Prius Generasi-3 dengan kapasitas mesin lebih besar, 1,8 liter, konsumsi bahan bakarnya justru lebih irit dari pendahulunya yang menggunakan mesin 1,5 liter. Semua itu berkat pengembangan yang dilakukan secara khusus oleh Toyota. Tak kalah menarik, Prius Gen-3 memiliki 1.000 lebih paten.

Sebagai contoh, penggerak utama yang digunakan Prius, mesinnya bekerja dengan siklus yang disebut Atkinson. Adapun mesin konvensional yang menggunakan bahan bakar bensin atau menggunakan sistem pemicu pembakaran busi bekerja dengan siklus Otto. Dengan siklus Atkinson, mesin bekerja lebih efisien dan juga rendah emisi karbon dioksidanya.

Hebatnya, siklus Atkinson tidak diadopsi begitu saja dari aslinya. Namun, Toyota memadukannya dengan teknologi VVT-i. Dengan demikian, konstruksi mesin tidak serumit asli Atkinson.

Paling aerodinamis. Ciri khas Prius adalah desain bodinya. Di depan landai dan rata, sedangkan di belakang, landai dan terpancung. Tak hanya permukaan luar bodi yang mendapatkan perhatian, tetapi juga kolong. 

Karena itulah, Prius Gen-3 merupakan mobil yang harus mengalami tes paling lama di terowongan angin dibandingkan produk Toyota lainnya. Untuk mendapatkan mobil yang efisien, rendah hambatan anginnya, para ahli aerodinamika Toyota fokus mencari bentuk bodi, permukaan kolong dan garis-garis atau lekukan fender yang efisien.

Aliran udara di kolong dipelajari secara ekstensif. Para insinyur Toyota mengubah bentuk garis-garis atau lekukan fender dan permukaan kolong depan berulang-ulang, juga menambahkan sirip pada tutup kolong belakang. Tujuannya untuk meningkatkan stabilitas.

Dengan perhatian yang sangat tinggi pada aerodinamis, coefficient of drag atau Cd dari mobil ini merupakan yang terendah di dunia saat ini untuk produk massal atau sudah digunakan di jalan, yaitu 0,25. Adapun Prius Gen-2, Cd-nya 0,26.

Efisiensi energi. Efisiensi konversi energi mendapatkan perhatian khusus pada mobil ini. Sebagai contoh, sistem AC Prius merupakan yang pertama di dunia menggunakan tenaga langsung dari baterai dan dapat dioperasikan dari jarak jauh. Dengan demikian, pengemudi bisa menyetel suhu di interior sebelum masuk ke dalam mobilnya. Pada mobil sekarang, AC dioperasikan oleh tenaga langsung dari mesin.

Tak hanya itu, untuk mengurangi pemakaian tenaga mesin, digunakan lampu LED (light emitting diode) untuk lampu dekat, lampu belakang, dan lampu rem. Tambahan lain, sistem resirkulasi panas gas buang digunakan untuk memanaskan mesin saat dihidupkan di pagi hari.  

Semua yang dijelaskan di atas baru sebagian kecil dari pengembangan dan keunggulan teknologi Prius Gen-3. Untuk lebih lengkapnya, akan dibahas berbagai hal tentang Prius pada tulisan berikutnya. Karena banyaknya pengembangan dan teknologi baru pada Prius, pantaslah Toyota Astra Motor gencar pula melakukan sosialisasi mobil ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau