TEHERAN, KOMPAS.com — Pemimpin oposisi Iran, Mir Hossein Mousavi, akan tampil pertama kali di tengah publik pada shalat Jumat pekan ini. Demikian diberitakan koran Etemad, Selasa (14/7).
Etemad melaporkan bahwa shalat Jumat di Universitas Teheran itu akan dipimpin oleh mantan presiden Akbar Hashemi Rafsanjani, lawan presiden terpilih Mahmoud Ahmadinejad dan satu dari empat imam utama Teheran.
Seorang mantan presiden dan pendukung Mousavi lainnya, tokoh reformis Mohammad Khatami, juga akan menghadiri acara itu. "Mousavi dan Khatami akan turut dalam shalat Jumat pekan ini dengan imam Rafsanjani. Ini adalah kemunculan di depan publik pertamanya sejak pemilu (12 Juni)," demikian koran itu mengutip keterangan Mousavi di Facebook-nya. Mousavi juga mendesak pendukungnya untuk mengikuti khotbah shalat jemaah itu.
Orang paling berkuasa di negeri itu, Pemimpin Spiritual Ayatollah Ali Khamenei, mendukung kemenangan Ahmadinejad dalam satu khotbah Jumat seminggu setelah pemilu. Namun, Mousavi mengecam pemilu telah direkayasa seraya mengatakan pemerintahan mendatang tidak sah.
Pemilu presiden itu mendorong rangkaian protes jalanan selama berhari-hari dari para pendukung Mousavi dan memperlihatkan perpecahan yang mendalam dalam tubuh kepemimpinan Republik Islam Iran. Mousavi telah menuntut pemerintah untuk membebaskan ratusan orang, termasuk tokoh-tokoh reformis, jurnalis, aktivis, dan pengacara.
Rafsanjani akan mengimami jemaah shalat Jumat setelah dua bulan absen dari publik. Sejumlah kerabat, termasuk anaknya, Faezeh, ditahan karena mengikuti demonstrasi pro-Mousavi.
Media pemerintah mengatakan, setidaknya 20 orang terbunuh setelah bentrok dengan polisi antihuru-hara dan anggota milisi Basij. Pihak keamanan dan Mousavi saling menuduh memicu kekerasan itu. Para tokoh garis keras menyeru Mousavi agar diadili.
Iran telah menuduh Inggris dan AS yang mengkritik penindasan atas demonstrasi kelompok oposisi, telah mencampuri urusan dalam negerinya. London dan Washington menolak tuduhan itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang