Surati Dibunuh di Kantornya

Kompas.com - 14/07/2009, 22:22 WIB

SERANG, KOMPAS.com — Kepolisian Daerah Banten, Selasa (14/7), mengakui telah menangkap tersangka pelaku pembunuhan yang mayatnya ditemukan di dalam bus di Terminal Banjar, Jawa Barat, Minggu (12/7) lalu.

Menurut Kepala Unit Dua Kriminal Polda Banten Ajun Komisaris Sukirman, tersangka Hilman Zaenudin (25)—menurut keterangan istrinya, tersangka bernama Ilman Zaenuddin (26)—ditangkap di Serang dalam perjalanan menuju tempat kerjanya di daerah Cilandak, Jakarta Selatan.

Ilman adalah warga Lampung yang bekerja di PT Karya Info Abadi Cilandak, Jakarta—menurut istrinya bekerja di PT Topindo Reksa. Adapun korbannya bernama Konsurati (30)—versi Polsek Metro Cilandak bernama Kun Surati, sesuai laporan kehilangan oleh keluarganya. Surati adalah rekan kerja tersangka yang bekerja di bagian administrasi perusahaan tersebut.

Ditemui di Markas Polda Banten di Serang, Ilman mengakui segala perbuatannya membunuh Surati. Dia mengaku membunuh korban karena kesal. Pasalnya, dia sering dijanjikan akan mendapatkan order pekerjaan keluar kota oleh korban, tetapi tak pernah terlaksana. "Padahal, pekerjaan keluar kota itu bisa menambah penghasilan," kata Ilman yang punya empat anak itu.

Kekesalannya memuncak pada hari Sabtu lalu sehingga ia lalu membunuh korban di kantornya. Caranya, dengan memukuli korban menggunakan benda tumpul. Ia juga mencekik korban menggunakan tali.Setelah meninggal, mayat korban lalu dimasukkan dalam koper besar. Belum diperoleh penjelasan dari mana diperoleh koper dan bagaimana memasukkan mayat ke dalam koper.

Semula, Ilman berniat membuang jenazah Surati ke Lampung, Sumatera, tetapi ketika tiba di Terminal Penyeberangan Merak, ia berubah pikiran. Korban yang sudah dikemas dalam koper itu kemudian ia naikkan ke dalam bus PO Bahagia Utama jurusan Merak-Banjar, sementara dia melangsungkan perjalanan ke Lampung.

Menurut keterangan polisi, sesampainya di Jalan Muhammad Hatta-Cibogor, Kota Tasikmalaya, awak bus Bahagia Utama itu memindahkan koper bersama puluhan penumpangnya ke bus Sonya jurusan Tasikmalaya-Banjar karena bus dari Merak tersebut tidak akan meneruskan perjalanan ke Banjar.

Dilimpahkan ke Jaksel

Tertangkapnya pembunuh perempuan dalam koper tersebut, menurut Ajun Komisaris Sukirman, tidak lepas dari koordinasi yang baik antara kepolisian Ciamis, Polres Jakarta Selatan, dan Polda Banten.

"Tempat kejadian perkaranya di Jakarta Selatan, kami akan limpahkan kasus ini ke sana," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau