Freed Sudah Inden sampai Oktober

Kompas.com - 15/07/2009, 06:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Jika Anda berminat membeli Freed, bersabarlah. Banyaknya peminat multi purpose vehicle (MVP) keluaran terbaru Honda ini membuat daftar antrean (inden) mulai memanjang setidaknya sampai Oktober 2009.

Permintaannya ternyata masuk dalam kategori baik. Bayangkan saja, baru dua hari pasca-diluncurkan akhir Juni lalu sudah mencatatkan penjualan 340 unit.

"Lonjakan permintaan Freed memang berada di atas ekspektasi kami, kalau terus berlanjut tidak menutup kemungkinan kita akan menambah lini produksi," ujar Jonfis Fandy, Direktur Marketing dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM), saat dihubungi Kompas.com, Selasa (14/7).

Produk 7-seater ini bahkan telah mengumpulkan surat pemesanan kendaraan (SPK) sebanyak 3.301 unit hingga kini. Sementara itu, dalam sebulan, HPM hanya menargetkan penjualan sebanyak 1.000 unit.

Jadi produksinya, lanjut Jonfis, mereka genjot sekarang ini, termasuk penambahan jam kerja, yakni pada Sabtu dan Minggu.

Mobil berlabel completely knock down (CKD) yang dipasarkan di Indonesia ini mengusung mesin i-VTEC, SOHC, 1.5L sama dengan saudara tuanya, Jazz. Ada dua varian yang ditawarkan, yaitu standar dihargai Rp 237 juta (on the road Jakarta), sedangkan versi dengan fitur lebih lengkap seharga Rp 257 juta.

Jonfis mengaku puas dengan keberhasilan yang dicapai salah satu produk andalannya ini. Ke depan, ATPM akan terus meningkatkan pelayanan purnajual termasuk memperkuat jaringan penjualan Honda di Indonesia.

"Dalam kondisi seperti ini (krisis) kita bisa menjual 1.000 unit per bulan, ini luar biasa," bangganya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau