Pemerintah Sambut Baik Pencabutan Larangan Terbang ke UE

Kompas.com - 15/07/2009, 12:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Walau baru 4 maskapai penerbangan Indonesia yang diperbolehkan terbang ke 27 negara Uni Eropa (UE), tetapi pemerintah melalui Departemen Perhubungan (Dephub) sangat menyambut baik hal ini.

"Kami, selaku Menteri, pertama sekali ingin menghargai semangat kepercayaan dan kerja sama teknis yang diperlihatkan unit keselamatan Eropa (ESU)," kata Menteri Perhubungan Jusman Safeii Djamal dalam jumpa pers di Dephub Jakarta, Rabu (15/7).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pencabutan larangan terbang sejak 2007 merupakan hasil kerja keras kedua belah pihak UE dan Komisi Eropa dengan Direktorat Jenderal Perhubungan RI. Dalam kurun waktu sekitar 12 bulan, kedua belah pihak telah bekerja sama secara teknis guna menuntaskan 121 persoalan yang menyebabkan penerbangan kita dilarang terbang ke UE.

"Dalam kurun waktu tersebut, 10 ahli dari 6 negara UE dan Komisi Eropa bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara," ujar Jusman. Juga tentunya, ia menambahkan, kabar baik ini berkat kerja keras dari empat maskapai penerbangan nasional, yakni Garuda Indonesia, Mandala Airlines, Airfast, dan PremiAir.

Pencabutan larangan terbang ini, menurut Jusman, menjadi momentum untuk selalu menjaga komitmen Indonesia dalam keselamatan dan keamanan penerbangan sebagai faktor utama dalam industri penerbangan nasional. "Jangan sampai ada lagi kesalahan yang sama di waktu mendatang guna mencapai sasaran untuk menciptakan budaya keselamatan dirgantara Indonesia," ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau