JAKARTA, KOMPAS.com — Politisi muda Partai Golkar Yuddy Chrisnandi menyampaikan niatnya maju sebagai calon Ketua Umum Golkar periode mendatang di depan pleno pengurus harian Partai Golkar, Rabu (15/7).
Yuddy menegaskan, dalam proses pemilihan Ketum nanti dipastikan tidak akan ada politik yang. "Saya memiliki gagasan, jaringan, konsep, dan pengalaman lebih dari 17 tahun (di Golkar). Satu hal yang tidak saya miliki adalah uang untuk membayar politik uang. Oleh karena itu, nanti saya akan memastikan tidak ada politik uang," ujar Yuddy seusai rapat pleno Golkar di Kantor DPP Golkar, Rabu (15/7).
Yuddy mengakui, dirinya sendiri memang belum mengetahui persis cara untuk mencegah politik uang tersebut. Namun, Yuddy mengatakan, dirinya memegang pernyataan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla yang menjamin akan merumuskan tata tertib Munas yang tidak menoleransi dilakukannya politik uang.
Yuddy mengharapkan dukungan dari generasi muda Golkar. Jika maju, Yuddy berjanji akan melakukan reformasi internal menyangkut struktur dan kultur partai yang kerap dikuasai pragmatisme dan politik uang. Yuddy juga berjanji melakukan regenerasi dengan mengisi 70 persen kepengurusan partai dengan orang muda, serta melakukan kaderisasi. Lantas, apakah yang mendorong untuk maju sebagai calon Ketum?
"Kekalahan Golkar dalam pemilihan legislatif dan pemilihan presiden karena Golkar tidak kompak dan solid. Ke depan, Golkar harus solid, mungkin sudah jenuh dengan tokoh-tokoh lama. Ke depan, tergantung generasi muda. Saya siap menjadi lokomotif perkembangan Golkar," tutur Yuddy.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang