Mobil Menteri Tampil Makin "Sporty"

Kompas.com - 15/07/2009, 19:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sedan kelas menengah (mid size) dari Toyota, yaitu Camry, yang juga dikenal sebagai mobil menteri pada kabinet pemerintahan Indonesia sekarang ini, kini telah berganti wajah.  

Memang tidak banyak yang dipoles, tetapi cukup membuat penampilan New Camry (namanya berasal dari kata canmuri, dalam bahasa Jepang berarti mahkota) lebih dinamis tanpa mengorbankan kesan eksklusifnya.

Polesan paling kentara adalah lampu dan bumper depan, serta lampu belakang. Menurut Toyota, gril radiator berubah, tetapi tidak terlalu mencolok. Pada Camry baru, permukaan lampu depan lebih luas dan bentuknya berbeda dengan versi sebelumnya. Sedangkan bumper dan rumah lampu kabut benar-benar baru. Di samping itu, desain roda juga sedikit berbeda. 

Di belakang, perubahan berarti bila dibandingkan dengan versi sebelumnya adalah lampu kombinasi. Kendati bentuknya masih sama dengan versi lama, posisi lampu putih atau lampu mundur pindah ke bawah. Di samping itu, juga ada tambahan dua lampu kecil merah pada bumper.

Khusus untuk tipe 3,5 Q, bagian belakangnya berbeda dengan 2,4. Pada tipe 3,5 Q digunakan dua lubang knalpot, sedangkan pada tipe 2,4 hanya satu. Dengan ini, penampilan Camry 3,5 Q lebih dinamis dan bergaya sporty dibandingkan versi 2,4.

Beda Ban. TAM memasarkan New Camry dalam tiga varian. Pertama dibedakan berdasarkan mesinnya. Versi standar menggunakan mesin 2,4 liter. Sedangkan yang paling mahal bermesin 3,5 liter. Versi 2,4 juga terdiri dari dua varian, yaitu 2400G dan 2400V. Sayang, detail perbedaan kedua varian terakhir tidak dijelaskan TAM. Perbedaan secara fisik, hanya ukuran ban yang digunakan. Jika 3,5 Q dan 2,4V menggunakan ban 215/55-R17, 2,4G ban, dan rodanya 215/60-14.

Menurut TAM, dari varian tersebut yang paling laris manis adalah Camry 2,4 liter. "Kita tidak mengira permintaan konsumen Indonesia terhadap Camry 2,4 liter sangat tinggi. Malah kita terlambat mengimpornya," jelas Johnny Darmawan, Presdir PT TAM.

Jok Pijat. Interior  tidak banyak perubahan. Kendati demikian, ada fitur baru yaitu meter kombinasi atau panel instrumen dengan tri color optitron. Khusus untuk 3,5Q, kedua jok belakangnya bisa memijat (hanya untuk badan).

"Ini kelebihan baru Camry. Lexus hanya dilengkapi satu jok yang bisa memijat, namun mulai dari kepala sampai badan," beber Johnny Darmawan. Juga tambahan kantung pengaman samping dan vehicle stability control (VSC) dan sunroof untuk 3,5 Q.

Semua varian Camry dilengkapi dengan jack audio untuk iPod yang berada di konsol boks. Juga ada kontrol untuk audio, AC, dan jok yang dipasang di tengah jok belakang. Pada versi 3,5Q, kedua sandaran joknya malah dapat disetel kemiringannya. Sedangkan jok yang bisa memijat hanya untuk tipe 3,5Q.

Tambahan lainnya adalah penerangan interior dengan menggunakan lampu LED. Seperti mobil kelas atas lainnya, Camry juga dipoles dengan lapisan panel bernuasa kayu (wood panel) pada beberapa bagian, yaitu antara bagian atas setir dan tempat tongkat transmisi, door trim, bagian tengah dashboard kiri, dan list panel tombol kontrol belakang.

Spesifikasi New Camry
Dimensi (mm)
3.5Q AT
2.4V AT
2.4G AT
Panjang
4.825
Lebar
1.820
Tinggi
1.470
Jarak Poros Roda
2.775
Mesin
2GR-FE
2AZ-FE
Tipe
 
V6, 24 katup, DOHC,
Dual VVT-i
4 silinder, segaris, 16 katup,
DOHC, VVT-i
Kapasitas mesin               
3.456 cc
2.362 cc
Daya maks.
277 PS @6.200 rpm
167PS @6.000 rpm
Torsi maks.
25,3 kg-m @4.700 rpm
22,8/4.000 rpm
Sistem pasokan
bahan bakar
Sistem injeksi elektronik
Bahan bakar
Unleaded
Kapasitas tangki
70 liter
Transmisi
Otomatik 6 kecepatan, sequential
Otomatis 5 kecepatan, sequential
Suspensi 
       
Depan
McPherson strut, per koil, stabiliser
Belakang
Dual link strut, per koil, stabiliser
Rem   
             
Depan
Cakram berventilasi dengan ABS + EBD & BA
Belakang
Cakram ABS + EBD & BA
Ban: Depan & belakang
215/55-R17
215/60-R16
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau