Soal Ketum Golkar, Sultan Pilih Netral

Kompas.com - 15/07/2009, 20:25 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Dewan Penasihat Partai Golongan Karya Sultan Hamengku Buwono X menegaskan tidak akan mendukung ataupun menjagokan salah satu kandidat calon Ketua Umum Partai Golkar. Ia tidak mau memengaruhi proses pemilihan.

"Saya tidak akan dukung-mendukung. Itu terserah saja keputusan DPD-DPD (Dewan Pimpinan Daerah) tingkat I Partai Golkar," kata Sultan HB X, Rabu (15/7) di Yogyakarta.

Seperti diketahui, sudah ada dua nama yang sekarang santer disebut menjadi kandidat kuat menggantikan M Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum Partai Golkar, yaitu Surya Paloh (Ketua Dewan Penasihat DPP Partai Golkar) dari Aburizal Bakrie. Terhadap dua nama itu, Sultan menyatakan tidak akan memihak salah satu nama. Sebab, dukungannya hanyalah untuk bangsa dan negara bukan pada sosok orang per orang.

"Saya tidak mau njagoni (menjagokan) kok. Biar mereka kampanye sendiri-sendiri. Bukan bagian saya untuk njagoni (menjagokan) mereka," ungkap Sultan.

Menurut dia, tidak masalah bila sudah ada kader Golkar menyatakan siap dan mulai bekampanye. Kampanye boleh saja, perkara didukung tidak didukung urusan lain, ungkapnya.

Secara terpisah, Wakil Ketua DPD Partai Golkar DIY Dedy Suwadi menyatakan, DPD Golkar DIY secara resmi belum memutuskan sikap bakal mendukung nama-nama kandidat tertentu. Sikap Golkar DIY masih cair, antara Aburizal Bakrie maupun Surya Paloh.

Keduanya dinilai memiliki kualitas kepemimpinan yang seimbang sehingga dianggap layak memimpin Partai Golkar. Ada DPD II yang condong ke Pak Surya Paloh maupun ke Pak Aburizal, katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau