Ekor Pesawat Terbakar di Udara

Kompas.com - 15/07/2009, 22:13 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com — Saksi mata mengatakan, sebelum kecelakaan terjadi, ekor pesawat penumpang Caspian Air terbakar di udara. "Saya lalu melihat pesawat itu terjerembap bagian hidung terlebih dahulu ke landasan. Benturan itu menyebabkan ledakan," kata Ali Akbar Hashemi (23).

Menurut pria berusia 23 tahun itu, saat kejadian dia sedang memasang pipa gas di rumahnya. Kebetulan kediamannya itu terletak tak jauh dari lokasi kecelakaan di dekat desa Jannatabad, pinggiran kota Qazvin, sekitar 75 mil barat daya Teheran. "Saat benturan itu rasanya seperti terjadi gempa bumi," imbuh Hashemi.

Masih menurut Hashemi, pesawat naas itu pun hancur berkeping-keping. Pecahannya terserak di ladang pertanian di kawasan kecelakaan tersebut.

Saksi mata lain juga mengatakan kalau ledakan itu membuat semacam parit panjang di sawah berlumpur berikut kepingan-kepingan hangus mulai dari potongan tubuh hingga perlengkapan para korban.

Menurut hitung-hitungan petugas penyelamat, lokasi kecelakaan memanjang hingga 200 meter. Terlihat juga potongan sayap pesawat jenis jet Tupolev tersebut. Pada umumnya, sama seperti dikatakan Hashemi, reruntuhan pesawat terdiri dari potongan-potongan kecil.

Pihak berwenang penerbangan, baik di Teheran maupun bandara tujuan pesawat tersebut di Yerevan, Armenia, mengatakan, ada 153 penumpang dan 15 kru di dalam pesawat itu. "Seluruhnya diduga tewas," kata Deputi Pimpinan Penerbangan Sipil Armenia Arsen Pogosian.

Menurut Pogosian, banyak dari penumpang pesawat milik maskapai hasil patungan Rusia-Iran adalah warga negara Iran dari etnis Armenia. Di situ ada juga korban enam warga Armenia dan dua warga Georgia. "Kedua warga Georgia itu termasuk staf Kedubes Georgia di Yerevan serta atase militer Georgia," demikian Pogosian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau