Sempat "Turun Mesin", Soetrisno Bachir Kembali Bangkit

Kompas.com - 15/07/2009, 23:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah sempat absen beberapa saat dari hingar-bingar dan hiruk-pikuk gelanggang politik di Indonesia, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Soetrisno Bachir kini kembali "turun gunung". Seperti Rabu (15/7) malam ini, mantan pengusaha batik asal Pekalongan tersebut kembali memimpin rapat harian PAN yang memang kerap berlangsung setiap minggu.

Seusai turun dari mobil, Soetrisno, atau kerap dipanggil Mas Tris itu langsung melempar senyum khasnya dan sapaan ke arah kerumunan wartawan. Politisi yang sempat "puasa bicara" ini bahkan dengan sabar melayani beberapa pertanyaan yang dilontarkan wartawan.

Soetrisno pun sempat mengutarakan alasan mengapa selama ini dirinya memutuskan naik gunung beberapa pekan ini. "Beberapa pekan ini saya memang turun mesin. Banyak operasi yang saya lakukan. Seperti sinus dan tenggorokan. Tapi saya sekarang sudah fresh dan ganteng lagi," ujarnya sambil dengan senyum tersungging di wajahnya.

Keterangan yang diperoleh Kompas.com dari Wakil Sekretaris Jenderal PAN Teguh Juwarno, Soetrisno memang sempat menjalani operasi minor di Singapura dan beristirahat berpekan-pekan. "Walau operasi minor, tapi sakitnya luar biasa," ujarnya.

Politisi yang sempat ngetop dengan semboyan "Hidup adalah Perbuatan" tersebut bahkan mengatakan, dirinya belum dapat berbicara dengan keras. Absennya Soetrisno sempat menimbulkan riak.

Beberapa waktu lalu, sejumlah dewan pimpinan wilayah sempat mengajukan usulan agar Kongres Luar Biasa PAN, yang salah satu agendanya adalah memilih pucuk pimpinan baru, dipercepat. Alhasil, keadaan sempat memanas antara kelompok yang mendukung dan menolak usulan tersebut. "Masak ketua umumnya masih sakit, waktu KLB sudah diputuskan. Ya, setidaknya kan harus menunggu hingga Mas Tris sembuh," ujar sumber Kompas.com di PAN.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau