PARIS, KOMPAS.com — Seorang warga Iran-Perancis yang bekerja di Kedutaan Besar Perancis di Teheran ditahan selama beberapa hari sebelum dibebaskan. Demikian dikatakan Kementerian Luar Negeri, Rabu (15/7).
"Warga Iran-Perancis, yang bekerja di Kedutaan Besar Perancis di Teheran, ditangkap dan kemudian dibebaskan beberapa hari kemudian," kata seorang juru bicara yang menolak memberikan penjelasan lebih lanjut.
Situs surat kabar Figaro mengatakan, perempuan itu bekerja di bagian pelayanan kebudayaan kedutaan tersebut dan ditangkap Sabtu di rumahnya tempat pihak berwenang Iran juga menyita sebuah komputer.
Seorang warga lain Perancis, Clotilde Reiss, yang ditangkap pada 1 Juli, ditahan di penjara Evin Iran setelah protes oposisi besar-besaran menentang terpilihnya kembali Mahmoud Ahmadinejad sebagai presiden pada Juni lalu.
Perempuan itu dituduh melakukan aksi mata-mata. Namun, Perancis membantah tuduhan tersebut.
Teheran masih menahan satu dari sembilan pegawai lokal Kedutaan Besar Inggris atas tuduhan mengobarkan kerusuhan setelah pemilihan umum tersebut.