JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2009, kepemimpinan Soetrisno Bachir sempat didera oleh beberapa konflik internal. Hal ini misalnya tecermin ketika partai papan menengah tersebut hendak menentukan arah koalisi definitif pada pemilu legislatif. Terakhir, Ketua MPP PAN Amien Rais pada hari Rabu (15/7) sore bertemu dengan sejumlah pengurus partai di kediamannya di Perumahan Taman Gandaria, Jakarta.
Menanggapi pergerakan-pergerakan selama ini, Soetrisno menanggapinya secara positif. "Itulah dinamika partai politik. Di dunia politik, tentu ada perbedaan pendapat, dukung-mendukung orang tertentu, dan dorong-mendorong seseorang menjadi ketua umum. Jadi, wajar saja. Apalagi menjelang kongres partai," ujarnya kepada para wartawan, Rabu (15/7) malam di Rumah PAN, Jakarta.
"Jika partai tidak ada dinamikanya, tenang-tenang, itu partai tidur namanya. Lha wong sama anak dan istri saja terkadang ada perbedaan pendapat. Tapi di PAN tidak ada lempar-lemparan kursi, lho. Yang terpenting, jangan sampai ada dendam di antara kita," tambahnya.
Seperti diberitakan, masa kepemimpinan pengusaha batik asal Pekalongan tersebut memang akan berakhir pada 2010. Namun, beberapa elite dewan pengurus daerah sempat mengajukan usul agar kongres partai, yang salah satu agendanya memilih ketua umum baru, dipercepat.
Lantas, bagaimana hubungan Soetrisno Bachir dengan Amien Rais? "Masih sama seperti dulu. Memang mungkin terkendala kesibukan masing-masing. Tapi berhubungan kan bisa lewat telepon atau bertemu untuk makan siang. Nah, apalagi kalau ngomong orang-orang sufi yang bisa bertemu tanpa tatap muka," ujar Soetrisno sambil tersenyum.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang