Soetrisno Bachir: Jangan Ada Dendam di antara Kita

Kompas.com - 16/07/2009, 02:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2009, kepemimpinan Soetrisno Bachir sempat didera oleh beberapa konflik internal. Hal ini misalnya tecermin ketika partai papan menengah tersebut hendak menentukan arah koalisi definitif pada pemilu legislatif. Terakhir, Ketua MPP PAN Amien Rais pada hari Rabu (15/7) sore  bertemu dengan sejumlah pengurus partai di kediamannya di Perumahan Taman Gandaria, Jakarta.

Menanggapi pergerakan-pergerakan selama ini, Soetrisno menanggapinya secara positif. "Itulah dinamika partai politik. Di dunia politik, tentu ada perbedaan pendapat, dukung-mendukung orang tertentu, dan dorong-mendorong seseorang menjadi ketua umum. Jadi, wajar saja. Apalagi menjelang kongres partai," ujarnya kepada para wartawan, Rabu (15/7) malam di Rumah PAN, Jakarta.

"Jika partai tidak ada dinamikanya, tenang-tenang, itu partai tidur namanya. Lha wong sama anak dan istri saja terkadang ada perbedaan pendapat. Tapi di PAN tidak ada lempar-lemparan kursi, lho. Yang terpenting, jangan sampai ada dendam di antara kita," tambahnya.

Seperti diberitakan, masa kepemimpinan pengusaha batik asal Pekalongan tersebut memang akan berakhir pada 2010. Namun, beberapa elite dewan pengurus daerah sempat mengajukan usul agar kongres partai, yang salah satu agendanya memilih ketua umum baru, dipercepat.

Lantas, bagaimana hubungan Soetrisno Bachir dengan Amien Rais? "Masih sama seperti dulu. Memang mungkin terkendala kesibukan masing-masing. Tapi berhubungan kan bisa lewat telepon atau bertemu untuk makan siang. Nah, apalagi kalau ngomong orang-orang sufi yang bisa bertemu tanpa tatap muka," ujar Soetrisno sambil tersenyum.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau