Serangan Bom di Irak Tewaskan 11 Orang

Kompas.com - 16/07/2009, 05:18 WIB

BAGHDAD, KOMPAS.com — Dua pengeboman terpisah di Irak, satu di antaranya serangan bunuh diri terhadap sebuah pos polisi, menewaskan 11 orang dan mencederai sedikitnya 40 orang pada Rabu (15/7). Demikian dikatakan polisi dan petugas medis.
      
Serangan bom bunuh diri ditujukan pada pos pemeriksaan polisi di dekat sebuah masjid di kota Ramadi, Irak barat, pada pagi hari, menewaskan enam orang, termasuk dua polisi lalu lintas. Hal itu dikatakan beberapa pejabat.
      
Perempuan, anak-anak, dan empat polisi lalu lintas termasuk di antara 16 orang yang cedera. Hal itu dikatakan Salah Alani, seorang dokter di Rumah Sakit Umum Ramadi.
      
"Ledakan terjadi ketika seorang pengebom bunuh diri menyerang sebuah pos polisi di dekat Masjid Al-Dawlah Al-Khabir di Ramadi pusat," kata Letkol Polisi Abid Khalaf Dulaini kepada AFP.
      
Ramadi adalah ibu kota Provinsi Anbar, Irak barat, yang dulu menjadi benteng pemberontakan Sunni. Kekerasan menurun tajam di daerah itu dalam 18 bulan terakhir ketika suku-suku setempat bersekutu dengan pasukan pimpinan AS untuk memerangi militan.
      
Di daerah Syiah Bagdhad, Kota Sadr, sebuah bom meledak di sebuah tenda tempat para pelayat pada malam hari, menewaskan sedikitnya lima orang dan mencederai 28 lain. Demikian dikatakan seorang pejabat keamanan.
      
Serangan-serangan itu terjadi dua pekan setelah pasukan AS ditarik dari pusat-pusat perkotaan sesuai dengan sebuah perjanjian keamanan antara Baghdad dan Washington yang menetapkan penarikan penuh pasukan AS dari Irak pada akhir 2011.
      
Kekerasan menurun secara berarti di Irak dalam beberapa bulan ini. Namun, serangan-serangan meningkat menjelang penarikan militer AS, dan 437 orang Irak tewas pada Juni yang merupakan jumlah kematian tertinggi dalam kurun waktu 11 bulan.
      
Perdana Menteri Nuri al-Maliki memperingatkan pada Juni bahwa gerilyawan dan milisi mungkin meningkatkan serangan mereka dalam upaya merongrong kepercayaan masyarakat pada pasukan keamanan Irak.
      
Sejumlah serangan bom besar dilancarkan sejak itu, dan yang paling mematikan adalah serangan bom truk pada 20 Juni di dekat kota wilayah utara, Kirkuk, yang menewaskan 72 orang dan mencederai lebih dari 200 lain dalam serangan paling mematikan dalam 16 bulan.
      
Serangan bom pada 24 Juni di sebuah pasar di distrik Syiah Kota Sadr di Baghdad timur laut juga merupakan salah satu yang paling mematikan pada tahun ini, yang menewaskan sedikitnya 62 orang dan mencederai sekitar 150 orang.
      
Namun, Maliki dan para pejabat tinggi pemerintah menekankan bahwa 750.000 prajurit dan polisi Irak bisa membela negara dari serangan-serangan yang dituduhkan pada gerilyawan yang terkait dengan Al Qaeda dan kekuatan yang setia pada almarhum presiden yang digulingkan, Saddam Hussein.
      
Hanya sejumlah kecil pasukan AS yang menjadi pelatih dan penasihat akan tetap berada di daerah-daerah perkotaan, dan sebagian besar pasukan Amerika di Irak, yang menurut Pentagon berjumlah 131.000 personel, ditempatkan di penjuru lain.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau