Gelar Keraton Solo untuk Manohara Digugat

Kompas.com - 16/07/2009, 14:32 WIB

SOLO, KOMPAS.com — Ketua Dewan Kesenian Surakarta (DKS) KRT Murtidjono menggugat pemberian gelar kepada Manohara Odelia Pinot oleh Keraton Surakarta dan menilai keraton ingin menumpang popularitas model yang mendadak jadi pesohor ini.

"Apa sih sumbangan Manohara kepada keraton selama ini. Saya kira keraton hanya menumpang popularitas dan ketenaran artis yang sedang naik daun itu," katanya kepada pers di Solo, Kamis (16/7).

Menurut dia, langkah Keraton Kasunanan Surakarta memberi gelar Kanjeng Mas Ayu Tumenggung (KMAT) kepada Manohara yang mendadak jadi terkenal setelah berseteru dengan suaminya, pangeran di Kelantan, Malaysia, itu tidak tepat.

Gelar Manohara itu akan diberikan pada Jumat (17/7) bersama dengan 75 orang lain dalam rangka Jumenengan Paku Buwono (PB) XIII Hangabei yang akan berlangsung Sabtu (18/7) di Keraton Kasunanan Surakarta.

"Gelar itu akan lebih tepat diberikan kepada Mbah Surip, pencipta dan penyanyi lagu 'Tak Gendong'. Kalau caranya seperti ini, besok kalau ada penari yang fenomenal, entah bagaimana asal dan usulnya, juga bisa diberi gelar oleh keraton," katanya.

Sekarang ini, menurut dia, sudah terjadi pergeseran fungsional, bila dulu keraton menjadi lembaga pemangku adat dan budaya, saat ini bergeser menjadi institusi opini, bahkan terdorong bertindak komersial.

Pemberian gelar dari Keraton Kasunanan Surakarta untuk saat ini sangat mudah didapat, tidak seperti dahulu yang harus melalui seleksi ketat, seperti pengabdian seseorang kepada raja atau kerajaan dan lain-lain.

Dalam rangkaian Jumenengan PB XIII Hangbei tersebut di Bangsal Semorokoto Keraton Kasunanan Surakarta, Jumat (16/7), juga dilakukan wisuda pemberian gelar kepada para abdi dalem sebanyak 200 orang yang dilakukan oleh KGPH Puger.

Sebanyak 200 orang yang diwisuda mendapat gelar tersebut salah satu diantaranya artis kondang Dorce Gamalama dengan gelar Kanjeng Mas Ayu Tumenggung (KMAT).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau