JAKARTA, KOMPAS.com — Kendati mendapat banyak kritik dan dinilai gagal menyelenggarakan pilpres, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan pihaknya telah berusaha maksimal untuk mewujudkan pilpres yang bersih, jujur, dan adil. "Secara institusi kita sudah bekerja keras secara maksimal, kalau soal kualitas saya serahkan semuanya kepada masyarakat, ada masyarakat yang mengapresiasi kami berterima kasih," kata Anggota KPU I Gusti Putu Artha, di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (16/7).
Ia mengakui, ada sejumlah masalah administratif dalam penyelenggaraan pilpres ini. Namun, ia menyayangkan berbagai pihak yang menemukan persoalan di daerah tetapi dibawa hingga ke pusat. "Kami memahami ada persoalan-persoalan sehingga sampaikan saja sesuai konteksnya. Misalnya ada persoalan administrasi itu diselesaikan di tingkat TPS, KPPS, atau kabupaten sehingga jangan ditumpuk di pusat karena justru akan memakan waktu lama dan bertumpuk," keluhnya.
Ia melanjutkan, KPU telah melihat ke berbagai daerah untuk meninjau langsung pelaksanaan pemilu, baik pemungutan suara maupun penghitungan suara. Atas hasil pantauan tersebut, Putu mengatakan, secara keseluruhan pilpres berjalan dengan lancar tanpa masalah. "Kita melihat kebatinan masyarakat dan mereka sudah menerima dengan lapang. Pemilu lancar-lancar saja kok tidak seperti yang diseramkan," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang