Putu: KPU Sudah Bekerja Maksimal

Kompas.com - 16/07/2009, 16:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kendati mendapat banyak kritik dan dinilai gagal menyelenggarakan pilpres, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan pihaknya telah berusaha maksimal untuk mewujudkan pilpres yang bersih, jujur, dan adil. "Secara institusi kita sudah bekerja keras secara maksimal, kalau soal kualitas saya serahkan semuanya kepada masyarakat, ada masyarakat yang mengapresiasi kami berterima kasih," kata Anggota KPU I Gusti Putu Artha, di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (16/7).

Ia mengakui, ada sejumlah masalah administratif dalam penyelenggaraan pilpres ini. Namun, ia menyayangkan berbagai pihak yang menemukan persoalan di daerah tetapi dibawa hingga ke pusat. "Kami memahami ada persoalan-persoalan sehingga sampaikan saja sesuai konteksnya. Misalnya ada persoalan administrasi itu diselesaikan di tingkat TPS, KPPS, atau kabupaten sehingga jangan ditumpuk di pusat karena justru akan memakan waktu lama dan bertumpuk," keluhnya.

Ia melanjutkan, KPU telah melihat ke berbagai daerah untuk meninjau langsung pelaksanaan pemilu, baik pemungutan suara maupun penghitungan suara. Atas hasil pantauan tersebut, Putu mengatakan, secara keseluruhan pilpres berjalan dengan lancar tanpa masalah. "Kita melihat kebatinan masyarakat dan mereka sudah menerima dengan lapang. Pemilu lancar-lancar saja kok tidak seperti yang diseramkan," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau