Perhutani Libatkan LMDH Atasi Kebakaran Hutan

Kompas.com - 16/07/2009, 19:52 WIB

CEPU, KOMPAS.com - Kesatuan Pemangku Hutan atau KPH Cepu Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah menggandeng lembaga masyarakat desa hutan atau LMDH untuk mengantisipasi dan mengatasi kebakaran hutan di musim kemarau. Hal itu lantaran kebakaran hutan di wilayah KPH Cepu selama dua tahun terakhir meningkat dua kali lipat.

Administratur KPH Cepu Imam Puji Raharjo melalui Wakil Administratur KPH Cepu Dewanto, Kamis (16/7), di Cepu, mengatakan pada 2007 hutan KPH Cepu yang terbakar seluas 450 hektar . Pada 2008, luas hutan yang terbakar meningkat menjadi 900 hektar.

Faktor penyebab kebakaran adalah kelalaian atau keteledoran manusia. Di saat daun dan ranting berjatuhan, serta semak di hutan mengering, ada yang sembarangan membuang rokok atau membuat perapian tanpa memastikan apinya telah mati atau belum. "Kebakaran itu sangat merugikan perhutani karena banyak tanaman jati yang masih muda mati," kata Dewanto.

Menurut Dewanto, hutan di KPH Cepu cukup luas, 33.047,3 hektar. Kalau terjadi kebakaran, perhutani tidak dapat mengatasinya sendiri. Pasalnya, perhutani hanya mempunyai tenaga pemadam kebakaran yang terbatas dan hanya mempunyai satu mobil pemadam berupa kijang bak terbuka yang membawa tandon air 2.500 liter.

Untuk itulah, perhutani melibatkan 45 LMDH mengantisipasi dan mengendalikan kebakaran. Mereka mendapat pelatihan dari Manggala Agni Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah Pati.

Anggota Tim Manggala Agni Arif Susiyoko mengatakan para anggota LMDH itu harus mengetahui dua metode pemadaman kebakaran hutan, yaitu pemadaman langsung dan tidak langsung. Pemadaman langsung merupakan upaya mematikan api secara langsung dengan menggunakan peralatan yang ada, sedang pemadaman tak langsung dilakukan untuk mencegah atau mengendalikan api agar tidak meluas.

Pemadaman dan pengendalian kebakaran dapat dilakukan dengan peralatan sederhana, seperti sekop, kapak, pengait semak, garu pacul, garu tajam, dan gepyok (flapper karet). Misalnya, sekop dapat digunakan untuk menggali, mengga ru, menimbun, memotong, memukul, melempar, pasir, tanah, dan lumpur.

"Pengait semak berfungsi untuk membersihkan dan menarik semak padat dan ranting kering agar tidak terkena api. Adapun gepyok berguna untuk memukul api secara langsung dan paling efektif untuk memuluk api pada alang-alang atau rerumputan yang terbakar," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau