KHOST, KOMPAS.com — Komandan Taliban di Afganistan Tenggara, Kamis (16/7), menyatakan telah menyekap tentara Amerika Serikat yang sebelumnya dilaporkan hilang. Saat ini kondisi tawanan itu tanpa cedera, tetapi bisa saja dia dibunuh jika ada usaha untuk membebaskannya.
Tentara itu dilaporkan hilang di Provinsi Paktika sejak akhir Juni, sesaat sebelum ribuan anggota marinir Amerika Serikat memulai serangan besar baru. Tentara AS menduga ia ditangkap.
Komandan Taliban Mawlavi Sangin menyatakan, dewan pemimpin kelompok itu akan memutuskan nasib tentara tersebut, tetapi ia menuduh tentara AS mengganggu dan menangkapi warga Afgan di Paktika dan Ghazni, provinsi tetanganya.
"Mereka menekan rakyat di dua provinsi itu dan jika tidak berhenti, kami akan membunuhnya," kata Sangin, Panglima Taliban untuk Provinsi Paktika, yang dihubungi lewat telepon dari daerah tak diketahui.
Sangin menyatakan, tentara itu disergap di wilayah yang berbatasan dengan Pakistan dan memberi rincian latar belakang ringkas tentang dia, termasuk umurnya. Taliban bersumpah mengusir puluhan riabu tentara AS dan pimpinan persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO dari Afganistan, serta menumbangkan pemerintah Afgan dukungan Barat.
Afganistan dijadwalkan mengadakan pemilihan presiden untuk kedua kalinya pada 20 Agustus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang