Defisit APBN 2010 Naik karena El Nino

Kompas.com - 16/07/2009, 21:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menneg Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta memperkirakan, upaya mengatasi kemungkinan terjadinya el nino pada 2010 akan menaikkan defisit anggaran 2010 menjadi sekitar 1,7 persen. 

"Berbagai upaya mengantisipasi kemungkinan el nino 2010 akan mendorong defisit dari yang telah ditetapkan (sekitar 1,5 persen), mungkin jadi 1,7 persen dari PDB," kata Paskah seusai rapat koordinasi sumber daya air di Kantor Menko Perekonomian Jakarta, Kamis (16/7).

Ia menyebutkan adanya perkiraan el nino pada 2010 yang diwarnai dengan musim kering yang berkepanjangan yang akan melanda wilayah Asia dan Australia. "Kalau kita mengacu ke pengalaman tahun 1997, saat itu kita harus mengimpor beras sampai 5 juta ton," katanya.

Ia menyebutkan, sejak Maret 2009 lalu Presiden sudah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai sumber daya air termasuk kaitannya dengan perkiraan terjadinya el nino 2010.

Dikatakannya, rapat kali ini merupakan rapat pertama membahas masalah itu dan akan dilanjutkan pada September 2009 nanti. "Sudah dibentuk Panitia Ad Hoc untuk membahas berbagai hal yaitu kebijakan sumber daya air itu sendiri, kebijakan soal wilayah sungai, dan kebijakan soal daerah aliran sungai," jelasnya.

Melalui Perpres itu, Presiden juga memerintahkan kepada sejumlah pihak untuk membuat infrastruktur untuk kepentingan sektor pertanian. Itulah yang antara lain akan mendorong defisit meningkat.

Menurut dia, dampak el nino tidak hanya menyangkut masalah pangan (beras) saja karena berbagai kemungkinan juga bisa terjadi karena musim kering yang berkepanjangan itu, termasuk masalah kesehatan.

Ia mengharapkan, el nino tidak menghambat upaya memelihara dan meningkatkan kesejahteraan rakyat pada 2010. "Upaya itu tetap dilakukan, daya beli harus tetap dipertahankan, inflasi harus dikendalikan sehingga kemungkinan berbagai program untuk memperkuat daya beli masyarakat yang sifatnya ad hoc juga akan kita siapkan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau