Kemenpera Bangun Rusunawa untuk TNI/Polri

Kompas.com - 16/07/2009, 21:48 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Kementerian Negara Perumahan Rakyat membangun 11 twinblock (blok kembar) rumah susun sederhana sewa (rusunawa), khusus untuk personel TNI dan Polri.

Dari 11 twinblock itu, satu di antaranya berada di markas Komando Daerah Militer (Kodam) V/Brawijaya, di Jalan Perwira, Surabaya, yang pembangunannya diresmikan oleh Menpera M Yusuf Asy’ari, Kamis.

"Memang ide awal pembangunan rusunawa TNI/Polri ada di sini, namun baru kali ini terlaksana setelah kami mengupayakan pembiayaannya bersama Menteri Keuangan," katanya.

Selain di Kodam V/Brawijaya, rusunawa itu dibangun di atas lahan milik Mabes TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, sebanyak dua, Kodam Jaya (1), Kopassus (1), Mabes Angkatan Laut di Sunter, Jakarta Utara (2), Mabes Angkatan Udara di Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur (2), dan Mabes Polri di Daan Mogot, Jakarta Barat  (2).

"Dana untuk membangun rusunawa TNI/Polri berasal dari stimulus fiskal, sehingga pelaksanaan pembangunan harus rampung tahun ini juga," katanya menegaskan.

Pembangunan rusunawa di Kodam V/Brawijaya, lanjut dia, merupakan proyek percontohan agar nantinya personel TNI/Polri bisa belajar hidup di rumah susun.

"Kami sengaja membangun empat lantai, karena kami sesuaikan dengan aktivitas personel TNI/Polri. Tidak mungkin kami membangun rusunawa 20 lantai tanpa lift untuk personel TNI/Polri, karena akan menyulitkan mereka dalam beraktivitas," kata Menpera.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Perumahan Andi Zaenal A Dulung mengatakan, biaya pembangunan empat lantai rusunawa Kodam V/Brawijaya di atas lahan seluas 4.200 meter persegi itu mencapai Rp 10 miliar.

Rusunawa tersebut terdiri atas 72 unit hunian, masing-masing berukuran 30 meter persegi yang terdiri atas dua kamar tidur, kamar mandi, dan ruang tamu. "Satu hunian ini mampu menampung satu keluarga kecil yang harmonis," kata Andi.

Pelaksana pembangunan rusunawa Kodam V/Brawijaya adalah PT Aneka Buana Perkasa dibantu PT Wiswakharman selaku perencana dan PT Laras Respati Utama selaku pengawas.

"Waktu pelaksanaan pembangunan ini berlangsung dalam enam bulan. Diharapkan pada Desember nanti peresmian penggunaan sudah bisa dilakukan," katanya.

Sementara itu, Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Soewarno mengatakan, pembangunan rusunawa itu dapat membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi prajurit TNI Angkatan Darat.

"Banyak prajurit kami yang tinggalnya jauh dari kesatuan, kami berharap rusunawa ini nanti dapat menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi, termasuk dalam mengatasi kemacetan lalu lintas di Kota Surabaya," katanya.

Menurut dia, untuk bisa menempati 72 hunian di rusunawa itu pihaknya akan melakukan seleksi, di antaranya prajurit yang belum punya rumah, kesatuannya berada di sekitar rusunawa, dan berdasar kepangkatan.

"Memang kalau hanya satu twinblock seperti ini kurang. Apalagi prajurit kami tidak hanya di Surabaya, tapi terbanyak juga ada di Malang dan Jember," kata mantan Komandan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau