Gunadi; "Helm Bukan Tanggung Jawab ATPM Motor"

Kompas.com - 17/07/2009, 08:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com-Tolak. Kata ini yang kemudian keluar saat ditanyakan  sikap produsen motor terhadap usulan pemerintah yang mewajibkan pemberian dua helm gratis dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) sewaktu membeli motor baru.

Hal ini diutarakan oleh Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Shinduwinata di Jakarta, Kamis (16/7). Dia menjelaskan, agen tunggal pemegang merek (ATPM) motor nasional hanya bertanggung jawab akan produk yang dipasarkan, bukan penggunanya.  "Helm bukan peralatan keselamatan motor, tetapi keselamatan pengendara motor. Kami sudah menerapkan standar safety dalam membuat motor, jadi kita menolak," tegasnya.

Gunadi menambahkan, niat baik Departemen Perhubungan (Dephub) selaku penggagas aturan ini harus lebih bijaksana dalam melihat sudut pandang lain terkait permasalahan ini. Tujuan utamanya, adalah ingin menekan angka kecelakaan pengguna jalan, terutama sepeda motor.

"Tapi, persoalan ini harus juga melihat dari mental pengendara atau sarana infrastruktur. Misalnya, busway. Saat pengendara motor lengah, busway langsung menyambar pengendara. Hal seperti ini yang harus dipikirkan oleh pembuat kebijakan. Law enforcement harus ditegakkan," jelasnya.

Terkait isyu, akan melonjaknya harga jual motor seiring pemberian helm SNI yang dibebankan ke produsen motor, ia membenarkannya. "Sudah pasti harga akan naik. Tapi bukan ini masalahnya, pemerintah harus lebih bijaksana dalam hal ini, terutama untuk lebih menggalakkan penggunaan helm. Masalahnya, kalau pun di kasih belum tentu dipakai juga helmnya, jadi masalah kesadaran pengendara juga sangat penting di sini," paparnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau