David Gill: Kami juga Kecewa

Kompas.com - 17/07/2009, 15:31 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com- CEO Manchester United (MU) David Gill menyampaikan rasa kecewa atas keputusannya membatalkan pertandingan tour MU melawan tim All Star Indonesia dengan alasan keamanan, terkait meledaknya bom di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott di Jakarta, Jumat (17/7) pagi ini.

"Kami terpaksa membatalkan datang ke Jakarta dengan alasan keamanan, terkait dengan dua ledakan bom di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott pagi ini," kata Gill yang didampingi pelatih Alex Ferguson dalam jumpa pers di Kuala Lumpur. Gill mengemukakan pembatalan itu dalam awal jumpa persnya. 

"Kami juga kecewa karena persiapan untuk pertandingan tour ke Jakarta sudah dilakukan jauh-jauh hari, namun terpaksa dibatalkan dengan alasan keamanan," katanya.

Rencananya, para pemain MU akan menginap di Hotel Ritz Carlton selama di Jakarta untuk pertandingan dengan tim All Star di Stadion Gelora Bung Karno, Senin (20/7). 

Rencananya, klub juara Liga Utama Inggris itu akan bertanding dengan tim Malaysia di Kuala Lumpur, Sabtu (18/7) sore, sebelum terbang ke Jakarta.

Gill juga mengatakan terima kasih atas persiapan dan sambutan yang telah disiapkan di Jakarta tapi semua menjadi batal akibat ledakan bom tersebut. 

Rencana kedatangan klub terkaya di dunia ke Jakarta itu merupakan rangkaian tur ke empat negara Asia. Selain Malaysia dan Indonesia, dua negara lain yang akan dikunjungi adalah Korea Selatan dan China.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau